Belum lama aku melihat status Whatsapp salah satu teman. Ia mengutip pendapat salah satu tokoh yang intinya bahwa kita hanya sekadar melanjutkan hidup.
Mungkin itu terdengar klise atau sederhana bukan? Tapi bagiku, itu begitu dalam maknanya.
Bukankah kita sering galau dengan masa depan? Entah karena biaya sekolah anak yang makin besar, berbagai cicilan yang bikin puyeng, persaingan bisnis yang makin gila, konflik dengan pasangan yang tak kunjung selesai, hingga kemungkinan menghadapi PHK yang tinggi?
Ya. Setiap dari diri kita memiliki berderet kekhawatiran dengan alasan yang sangat pribadi. Setiap orang memiliki masalah masing-masing.
Nah, status Whatsapp temanku tersebut membuatku tersadar bahwa manusia hanya perlu melanjutkan hidup. Kita tinggal menjalani skenario Tuhan – bukan berarti kita pasif ya.
Ya, kita harus berencana. Kita harus bekerja keras dan cerdas. Kita perlu mati-matian mengejar mimpi. Namun, hasil akhir bukan menjadi kontrol kita.
Kita harus ingat itu. Kita perlu mengamininya.
Tak ada gunanya mengeluh. Tiada manfaat mencemaskan apa yang belum terjadi. Tak ada faedahnya menyesali apa yang telah terlewati.
Kita hanya perlu melanjutkan hidup. Di saat ini. Apapun kondisi kita. Kita hanya perlu ikhlas menjalani.
Sawangan, 16 Mei 2024
Leave a Reply