Ada satu ironi yang sering kita alami di LinkedIn, tapi jarang kita akui dengan jujur.
Kita menulis dengan serius.
Memilih kata yang “intelektual”.
Menyelipkan insight, framework, bahkan referensi buku.
Lalu kita tekan tombol post.
Beberapa jam berlalu.
Sepi.
Bukan karena kita tidak kompeten.
Bukan karena idenya buruk.
Tapi karena—ironisnya—orang tidak mengingat apa yang kita sampaikan.
Di sisi lain, ada konten yang terasa “biasa saja”, bahkan kadang terlalu sederhana, justru ramai, dikomentari, dibagikan, dan membangun reputasi penulisnya.
Di titik ini saya sadar:
masalah kita sering bukan kurang pintar,
melainkan tidak cukup “nempel” di kepala orang.
Dan dari situlah saya kembali ke satu buku klasik yang diam-diam sangat relevan untuk personal branding: Made to Stick karya Chip Heath & Dan Heath.