Menerima Kenyataan

Belum lama ini saya terkejut dengan salah satu tragedi olahraga paling mematikan di Asia Tenggara. Fanatisme yang tidak diingingi kematangan mental mengakibatkan ratusan nyawa melayang. Duka untuk Indonesia.

Kejadian itu mengingatkanku dalam konteks pribadi. Untuk bisa menerima kenyataan yang diberikan Tuhan. Karena bukankah kita tak bisa mengendalikan segalanya? Yang bisa kontrol adalah sikap kita.
Sudahkah kamu menerima kenyataan? Itu bukan berarti pasrah ya. Ikhtiar dan tawakkal harus ditunaikan.
Amor fati.
Jakarta, 3 Oktober 2022
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply