Tag: Buku

  • Tips Menemukan Ghost Writer yang Cocok

    Menemukan Ghost Writer yang cocok memang gampang-gampang susah. Setuju kah teman-teman?

    Ya, seperti menemukan pekerjaan yang cocok atau jodoh yang cocok lah ya. Serupa tapi tak sama.

    Saya jadi teringat dengan salah satu klien yang notabene merupakan seorang petinggi BUMN Perbankan. Sebelumnya, ia pernah mencoba 2 Ghost Writer berbeda untuk menuliskan pemikirannya menjadi sebuah buku. Namun menurut beliau, kualitas buku yang dihasilkan tak sesuai dengan harapan. Sehingga, aku orang ketiga yang dipercaya untuk mewujudkannya. Dan ternyata aku berjodoh. Buku beliau berhasil menembus penerbit beken sekelas Elex Media Komputindo tanpa biaya sepeser pun.

    Selidik demi selidik, petinggi BUMN tersebut mengaku bahwa dua Ghost Writer kurang mampu menyesuaikan gaya bahasanya dengan bahasa bidang industri atau profesi tersebut. Dengan kata lain, tidak ada kecocokan antara Ghost Writer  dengan klien.

    Nah, bagaimana cara Menemukan Ghost Writer yang cocok dong? Kan itu ibarat mencari jarum dalam tumpukan sekam bukan?

    Pertama, dan mungkin ini yang termudah, baca salah satu buku karya Ghost Writer tersebut. Apakah gaya bahasa yang digunakan kamu sukai? Bagaimana gaya storytelling-nya?

    Kedua, amati latar belakangnya. Apa profesi Ghost Writer sebelumnya? Apakah ia jurnalis? Ataukah ia profesional yang pernah menekuni bidang tertentu?

    Jika ia seorang jurnalis atau copywriter, pastikan kamu yakin betul mereka adalah penulis yang handal. Karena pengetahuan cepat diperoleh, tapi “penjiwaan” pada topik tertentu belum tentu bukan?

    Sebisa mungkin, kamu mendapatkan Ghost Writer yang memiliki pengalaman langsung di bidang yang ingin kamu tulis. Jika memungkinkan loh ya.

    Ketiga, ajak ngobrol lebih jauh. Jika kamu berada di kota yang berbeda, ajak Ghost Writer yang kamu bidik untuk bertemu secara virtual via Zoom, Teams atau platform sejenis. Jika kamu tinggal di area yang sama, sebisa mungkin kamu bertemu tatap muka. Tanyakan secara detil mengenai pengalaman, mekanisme kerja, biaya, dan seterusnya.

    Nah, itulah 3 tips menemukan Ghost Writer yang cocok versi saya. Apakah kamu tertarik menulis buku dan menerbitkan buku guys?

     

  • Butuh Jasa Ghostwriter? Kamu Perlu Pahami Ini

    Ghostwriter membantu orang sibuk atau non-penulis menceritakan kisah yang ingin mereka bagikan kepada dunia. Entah mereka membantu orang-orang terkenal dalam menceritakan kisah hidup mereka, membantu wirausahawan sibuk berbagi wawasan bisnis mereka, atau membimbing penulis yang kurang terampil melalui proses mewujudkan konsep, Ghostwriter bekerja keras, dan mereka berkomitmen kepada Anda untuk menulis buku.

    Bagaimana Anda bisa yakin bahwa seorang Ghostwriter tepat untuk proyek Anda? Bagaimana Anda mengidentifikasi Ghostwriter yang tepat untuk membantu Anda mewujudkan buku impian Anda?

    Kapan harus menggunakan Ghostwriter?
    Bagaimana Anda tahu jika menggunakan Ghostwriter profesional untuk proyek Anda masuk akal?

    Beberapa keuntungan paling signifikan dari menyewa seorang Ghostwriter adalah tulisan berkualitas tinggi, penghematan waktu, dan kemungkinan besar proyek akan selesai sesuai keinginan Anda. Seorang penulis untuk orang lain yang baik akan membantu memastikan bahwa ide-ide Anda bisa dituliskan dengan baik dan tidak hanya tinggal di kepala Anda selamanya.

    Anda dapat menggunakan Ghostwriter untuk proyek dengan ukuran berapa pun. Beberapa Ghostwriter berspesialisasi dalam proyek-proyek kecil. Misalnya, mereka mungkin menulis buku biografi, novel, pengembangan diri atau postingan blog untuk orang-orang yang memiliki keahlian khusus tetapi tidak memiliki waktu, keterampilan menulis, atau pengalaman SEO untuk membuat postingan yang menghasilkan prospek untuk blog perusahaan. Ghostwriter bahkan dapat membantu membuat profil media sosial atau postingan LinkedIn yang menarik untuk para Direktur yang sibuk.

    Penulis untuk orang lain juga dapat dipekerjakan pada proyek-proyek besar seperti penulisan buku fiksi atau nonfiksi berdurasi penuh. Misalnya, seorang wirausahawan yang sibuk mungkin memiliki konsep menarik yang ingin mereka tawarkan sebagai buku bisnis yang diterbitkan sendiri untuk dijual di Amazon, namun mereka mungkin menyewa penulis untuk orang lain untuk melaksanakannya.

    Bagaimana menemukan dan mempekerjakan seorang Ghostwriter?
    Jika Anda siap untuk mencari penulis lepas untuk membantu proyek Anda, berikut adalah beberapa langkah yang harus Anda ikuti untuk memilih dan mempekerjakan penulis lepas yang tepat, yang paling cocok untuk mencapai tujuan Anda:

    • Tentukan proyek Anda
    • Tentukan anggaran Anda
    • Cari Ghostwriter
    • Setujui biaya dan persyaratan proyek
    • Mulailah dan pertimbangkan kemitraan jangka panjang

    Tentukan proyek Anda
    Langkah pertama adalah memahami dengan jelas apa yang diperlukan dalam proyek Anda. Apakah proyek tersebut akan berupa fiksi atau nonfiksi? Berapa banyak konten yang telah Anda kumpulkan, dan apakah Anda siap membagikannya kepada penulis? Apakah Anda memerlukan penelitian khusus untuk meletakkan dasar bagi proyek Anda?

    Sebelum menginvestasikan waktu dan uang Anda, Anda juga harus memahami dengan jelas apa yang ingin Anda capai dengan produk akhir. Anda dapat menemukan penulis untuk orang lain dengan pengalaman relevan dalam penerbitan mandiri, SEO, atau keterampilan khusus lainnya yang dapat membantu membedakan mereka sebagai yang paling cocok untuk pekerjaan tersebut.

    Mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda menyesuaikan kebutuhan Anda dengan pengalaman calon kolaborator Anda.

    Tentukan anggaran Anda
    Anda harus memiliki gambaran yang jelas tentang kisaran anggaran Anda sebelum mulai mencari Ghostwriter. Penulis berpengalaman mengenakan biaya yang bervariasi. Namun, Anda harus memiliki gagasan yang jelas dan akurat tentang jumlah yang dapat Anda bayar pada awalnya—atau jumlah yang bersedia Anda bayarkan—sebelum memulai pencarian.

    Memiliki anggaran juga akan berguna jika Anda berencana memposting proyek Anda secara online untuk menarik calon penulis. Menyertakan kisaran anggaran Anda akan menghemat waktu Anda saat meninjau proposal dari penulis yang meminta bayaran lebih tinggi untuk karyanya daripada yang Anda rencanakan untuk dibayar.

    Cari Ghostwriter
    Setelah Anda menentukan proyek dan anggaran, Anda dapat mencari profesional menulis berpengalaman. Anda  dapat membaca karya-karya beberapa kandidat Ghostwriter  untuk melihat apakah gaya mereka sesuai dengan apa yang Anda bayangkan. Setelah Anda menemukan dua atau tiga penulis yang dapat Anda ajak bekerja sama, Anda akan dapat menghubungi mereka secara langsung untuk mengetahui apakah proses dan gaya komunikasi mereka cocok dengan Anda.

    Jika Anda sedang mempertimbangkan kerja sama dengan seorang Ghostwriter atau ingin memastikan kemitraan tersebut akan menguntungkan Anda berdua, Anda mungkin ingin memulai dengan memesan sampel tulisan berbayar sebelum terjun ke salah satu proyek utama Anda. Membayar sampel menunjukkan kepada penulis itikad baik Anda, dan ini memberi Anda kesempatan untuk mengevaluasi karya mereka sebelum berkomitmen pada proyek yang lebih besar bersama mereka.

    Jika Anda ingin menyelesaikan proyek buku, salah satu teknik yang mungkin Anda terapkan untuk menemukan Ghostwriter adalah dengan mencari buku yang ditulis dengan gaya yang Anda cari, lalu mencari kontaknya

    Setujui biaya dan persyaratan proyek
    Setelah Anda menemukan Ghostwriteryang tepat, inilah saatnya menyetujui biaya dan ketentuan proyek. Saat membuat persyaratan proyek, menguraikan dengan jelas hasil proyek dan persyaratan pembayaran sangatlah penting.

    Persyaratan proyek harus menentukan hal berikut.

    • Perjanjian larangan pengungkapan informasi rahasia. Setiap kontrak penulisan untuk orang lain harus memuat NDA untuk memastikan bahwa penulis tidak mengungkapkan sifat hubungan atau informasi lain apa pun tentang karya yang akan datang kepada pihak ketiga.
    • Penagihan dan revisi. Persyaratan penulisan proyek biasanya ditetapkan dalam salah satu dari tiga cara: harga tetap untuk proyek yang diselesaikan, per kata, atau per jam. Jika penulis perlu memberikan layanan tambahan—seperti penelitian, wawancara, SEO, atau desain grafis—hal ini juga harus dirinci dalam kontrak. Sejumlah penulisan ulang atau revisi tertentu juga harus dimasukkan sebagai bagian dari perjanjian awal.
    • Hak cipta. Kekayaan intelektual buku harus menjadi milik pembeli setelah proyek selesai dan dibayar. Cantumkan secara spesifik apakah Ghostwriter berhak mereferensikan proyek tersebut dalam portofolio karyanya atau hak untuk menggunakan konten tersebut dengan cara lain.
    • Royalti. Jika Anda terbuka untuk membagi royalti dari buku Anda dengan Ghostwriter, Anda harus menyertakan persyaratannya terlebih dahulu. Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan royalti bersama untuk mendapatkan harga karya yang lebih rendah pada awalnya. Ini bisa sangat membantu jika Anda baru memulai dengan anggaran kecil. Apa pun pilihannya, jika Anda berniat membagi royalti, tuliskan detailnya ke dalam kontrak.
    • Aturan untuk penghentian. Ada kemungkinan kemitraan penulisan untuk orang lain berakhir sebelum produk jadi dikirimkan. Jika ada komplikasi yang menyebabkan proyek terhenti atau berakhir sebelum seharusnya, Anda harus dapat kembali pada seperangkat aturan penghentian yang telah disusun sebelumnya jika salah satu pihak ingin menghentikan pengerjaan proyek sebelum proyek selesai.

    Mulailah dan pertimbangkan kemitraan jangka panjang
    Setelah Anda mulai berhasil bekerja dengan Ghostwriter, pertimbangkan gagasan untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan mereka. Anda dan Ghostwriter mungkin telah menginvestasikan banyak waktu untuk menyempurnakan gaya penulisan. Anda dapat memanfaatkan suara yang telah Anda ciptakan dengan susah payah di media lain seperti podcast, postingan blog, atau buku masa depan.

    Berapa biaya penulis untuk orang lain?
    Tiga cara paling umum yang dikenakan penulis untuk layanan penulisan hantu adalah berdasarkan kata, per jam, atau berdasarkan proyek. Harga dasar umumnya hampir sama dengan cara apa pun yang dipilih penulis untuk ditagih.

    Jadi, bagaimana Anda mengetahui berapa banyak Anda harus membayar seorang pengarang untuk orang lain?

    • Pengalaman. Penulis dengan lebih banyak pengalaman akan mengenakan biaya lebih dari seorang pemula.Untuk biaya jasa penulisan sebuah buku di Indonesia berkisar dari Rp 20-8o juta perbuku.
    • Ruang lingkup dan kompleksitas proyek. Apakah penelitian diperlukan? Apakah penulis akan melakukan atau mengedit wawancara? Apakah penulis perlu mencari individu untuk diwawancarai? Sebuah proyek dengan garis besar yang telah ditentukan dan penelitian yang telah selesai akan memakan biaya lebih murah daripada proyek yang harus dibangun dari awal. Penulis dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menambah nilai proyek Anda akan mengenakan biaya lebih banyak sebagai kompensasi atas keahlian dan waktu yang diperlukan.
    • Keahlian khusus. Jika subjek Anda adalah bidang teknis, misalnya buku kedokteran atau teknik, Anda mungkin ingin mencari penulis yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang terbukti di bidang tersebut. Para ahli di bidang teknis kemungkinan besar akan mengenakan biaya lebih banyak dan sepadan dengan biaya tambahannya.
    • Jenis konten. Penulisan buku membutuhkan lebih banyak waktu untuk menguraikan, mengoreksi, dan mengatur daripada satu posting blog, misalnya. Namun, biaya yang lebih tinggi mungkin disebabkan oleh lebih dari sekedar penambahan panjang. Seorang Ghostwriter juga dapat mengembangkan strategi blogging SEO yang menambah nilai pada proyek yang lebih kecil.
    • Audiens. Jika tulisannya menargetkan khalayak umum, harga biasanya akan lebih rendah dibandingkan konten yang ditujukan untuk khalayak dengan pemahaman tingkat lanjut tentang suatu topik. Sebagai contoh, seorang Ghostwriter yang membuat buku anak-anak mungkin mengenakan biaya kurang dari seorang penulis buku cara meretas website. Semakin teknis atau terlibat penulisannya, semakin sedikit orang yang dapat menghasilkan konten berkualitas di bidang tersebut. Tentu saja, pekerjaan akan lebih mahal jika lebih terspesialisasi.

    Pro dan kontra menggunakan penulis untuk orang lain
    Menggunakan penulis untuk orang lain untuk membuat proyek menulis Anda memiliki pro dan kontra. Mari kita bahas beberapa di antaranya:

    Kelebihan menggunakan pengarang untuk orang lain
    Anda akan menghemat banyak waktu Anda
    Anda dapat mendongkrak kepakaran Anda
    Proyek ini kemungkinan besar akan selesai tepat waktu
    Anda tidak perlu belajar menjadi pemilik bisnis dan penulis pada saat yang bersamaan
    Ini akan menghasilkan tulisan yang berkualitas lebih tinggi (jika Anda sendiri bukan seorang penulis)
    Kontra menggunakan penulis untuk orang lain
    Pengarang untuk orang lain yang baik bisa jadi mahal
    Anda mungkin kesulitan menemukan orang yang cocok dengan pemikiran Anda
    Menemukan dan memilih penulis yang tepat untuk kebutuhan Anda mungkin memerlukan waktu

    Bagaimana cara mengetahui apakah penulis untuk orang lain cocok untuk proyek Anda?
    Anda tidak hanya mencari Ghostwriter yang berbakat; Anda sedang mencari seseorang yang cocok untuk Anda dan kebutuhan spesifik proyek Anda. Sebaiknya Anda fokus mencari calon Ghostwriter yang sesuai dengan visi Anda. Ingat, pekerjaan mereka akan secara langsung mencerminkan Anda dan apa yang Anda lakukan, meskipun hanya nama Anda yang tercantum di sampul buku.

    Berikut adalah atribut utama yang harus Anda cari ketika memilih Ghostwriter yang sesuai dengan kebutuhan Anda:

    Pastikan mereka cocok dengan pemikiran dan “energi” Anda
    Carilah seseorang yang berkomunikasi dengan jelas dan tepat waktu
    Mereka harus dapat menavigasi teknologi atau metode kolaborasi pilihan Anda
    Ghoswrter harus transparan mengenai biaya atau biaya tambahan di muka
    Pastikan mereka secara konsisten menyelesaikan kiriman tepat waktu

    Nah, Apakah Anda ingin memakai jasa Ghostwriter? Atau ingin menulis buku tapi belum tahu caranya? Ingin didampingin dalam menulis buku? Hubungi saya.

    Sumber: Upwork.com

     

  • Sudah Dapet Apa Aja Dari Buku?

    “Hari gene masih nulis buku, emang ada yang (masih mau) baca?”
    “Sebanding nggak sih perjuangan lo nulis buku dengan cuan?”
    “Emang udah dapet apa aja dari nulis bro?”
    Tiga pertanyaan di atas sering banget ku dapetin ketika teman lama maupun kenalan melihat betapa aku konsisten menulis dalam satu dekade terakhir. Aku sih sama sekali nggak tersinggung ya. Karena bukannya setiap orang berhak berkomentar?
    Jadi, udah dapet apa aja dari nulis buku? Banyak. Banyaaaaaak tentunya.
    Pertama dan yang paling penting. Aku merasa bahagia. Kebayang nggak seorang ibu yang berhasil melahirkan bayinya setelah 9 bulan mengandung bagaimana perasaannya? Kira-kira begitu pula perasaanku setiap “anak” intelektualku lahir. Plongggg, bahagia banget.
    Kedua, aku merasa hidupku bermakna. Entah sudah berapa kali aku mendapatkan ucapan terima kasih melalui SMS, pesan masuk di email atau Whatsapp, dan platform lainnya dari pembaca. Mereka merasa buku-buku saya bermanfaat. Entah bisa mengubah pola pikir, menginspirasi, membuat makin produktif, atau bisa menjadi solusi.l
    Yang paling berkesan. Banyak pembaca yang menjadikan buku aku sebagai referensi utama untuk tesis S2-nya di Jerman. Juga untuk skripsi maupun tugas akhir untuk beberapa kampus dalam negeri. Meleleh hatiku 🙂
    Ketiga, pendapatan. Motivasiku menulis adalah untuk berbagi. Ini sudah kupegang teguh dari menulis buku pertama hingga kini, tak berubah. Jadi, bagiku mau bukunya laku atau tidak bodoh amat. Diundang sebagai pembicara “gara-gara” menulis juga kujalani dengan riang. Karena bagiku mendapatkan cuan hanyalah bonus, bukan tujuan akhir.
    Keempat, jalan-jalan. Entah sudah berapa negara, kota, atau pulau yang ku datangi karena “meracik konten”. Puji Tuhan, alhamdulillah. Ini merupakan “efek samping” dari konsisten berbagi kalau kurasa.
    Kelima, warisan. Bagiku, semakin banyak buku yang kuterbitkan; semakin banyak pesan yang bisa kubagi tidak hanya kepada pembaca secara luas, namun paling penting adalah kepada anak cucuku.
    Menulis adalah berkarya untuk keabadian. Tak berlebihan bahwa buku bagiku adalah Legacy. 
     
    Nah, itu adalah beberapa hal yang kudapatkan dari menulis buku selama ini. Bagi kamu yang ingin menulis buku tapi masih bingung mau mulai dari mana, tak ada salahnya membaca Write First.
    Jadi, beranikah kamu menulis (minimal satu) buku selama hidupmu?
    Jika Tuhan memberikanmu kesempatan menulis buku, kira-kira buku tentang apa yang ingin kamu tulis?
  • Menulis Buku Mulai Dari Mana?

    “Cepet banget sih lu nulis buku, gimana caranya?

    Pertanyaan tersebut seringkali saya dapatkan secara virtual maupun ketika bertatap muka langsung dengan kenalan atau sahabat lama.

    Well, saya yakin dengan jam terbang. Jadi, prinsip “bisa karena terbiasa” dari dulu saya anut.

    Kembali ke pertanyaan tersebut, berikut “jawaban jujur” saya berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir sebagai penulis profesional.

    Tulis yang Anda sukai

    Dengan menulis apa yang kita sukai, kita akan lebih bersemangat. Apa sih yang menjadi passion, hobi atau minat kita? Coba deh tulis. Saya yakin Anda akan jauh lebih cepat menulis apa yang Anda sukai.

    Tulis yang Anda kuasai

    Setiap orang tentu memiliki keterampilan andalan yang membuatnya bisa meraup cuan. Apa sih yang Anda kuasai? Bidang apa yang menjadi area Anda? Coba renungkan lagi profesi Anda. Aspek apa yang bisa Anda kembangkan untuk menjadi tulisan?

    Tulis yang Anda ingin ketahui

    Saya, Anda, dan kita semua memiliki keingintahuan pada bidang-bidang tertentu. Apa sih yang membuat Anda kepo? Cobalah menuliskannya menjadi sebuah buku. Karena itu pertanda Anda akan siap habis-habisan melakukan riset untuk mengabulkan “kekepoan” tersebut.

    Tulis yang dibutuhkan orang lain 

    Dunia ini tempatnya masalah. Dan buku merupakan salah satu solusi yang dapat kita tawarkan. Nah, jika Anda ingin buku Anda diterima atau laris di pasaran; Anda perlu melakukan riset. Cermati apa yang saat ini atau masa depan akan sangat dibutuhkan. Amati tren. Belajarkan untuk lebih peka dengan dunia di sekitar kita.

    Tulis yang Anda gelisahkan

    Jika uang bukan menjadi masalah, apa yang ingin Anda suarakan? Anda ingin menjadi “Pahlawan” dalam bidang apa? Bidang apa yang membuat Anda gregetan atau memancing Anda untuk turun lapangan? Pendidikan, teknologi, lingkungan, politik, kuliner, fesyen, atau apa?

    Nah, sekarang Anda sudah memiliki gambaran bukan?

    Apakah sudah memiliki ide untuk dituangkan?

    Berpikir boleh, tapi kalau kebanyakan mikir; Anda justru tidak akan mulai. Tulis aja dulu! Ngeditnya belakangan aja!

    Ayo menulis buku! 

     

  • Mengapa Kita Perlu Menulis Buku?

    Buku adalah salah satu perangkat untuk membantu Personal Branding yang paling ampuh. Meskipun  kini kita hidup di abad digital, “daya magis” buku tak tergantikan. Buku telah, sedang, dan akan selalu menjadi faktor pembeda yang membuat penulisnya menonjol di tengah kerumunan.
    Namun, tidak semua orang mau atau mampu menulis buku dengan berbagai dalih.
    • Aku tidak punya waktu!
    • Saya terlalu muda untuk menerbitkan buku sendiri!
    • Gue bukan ahli dalam hal apa pun, siapa yang mau baca buku gue?
    • Aku bukan siapa-siapa
    • Saya tidak kaya
    • Saya tidak pandai menulis
    • Ntar aja deh kalau gue udah pensiun
    • Saya terlalu tua untuk memulai
    • Saya nggak pede Mas!
    • Saya tak berbakat nulis Mbak!
    • Saya tidak tahu bagaimana menerbitkannya!
    Mengapa kita perlu menulis satu buku setidaknya sekali seumur hidup?
    Buku adalah rahasia yang digunakan para Public Figure untuk mengembangkan bisnis mereka, membangun Personal Branding mereka, membangun kredibilitas, berbagi perspektif, dan menceritakan kisah mereka sendiri di bidang pilihan mereka – secara langsung atau tidak langsung.

    Dokumentasikan perjalanan kita segera mungkin. Karena kita saat ini hidup di abad internal yang “banjir konten”. Semakin kita mampu memengaruhi Follower kita, semakin banyak kemungkinan pelanggan maupun calon klien dan mitra yang dapat kita jangkau.

    Inilah sebabnya, kita harus menulis buku.

    Buku adalah ‘kartu nama’
    Sebagian besar dari kita tahu bahwa membuat konten itu sangat penting, terutama di era persaingan untuk mendapatkan perhatian. Jejaring dan media sosial adalah peluang besar bagi kita untuk “memamerkan” Personal Branding dan memperkenalkan bisnis kita.

    Buku kita akan menjadi kartu nama kita saat kita tidak hadir. Saat kita menerbitkan buku, itu artinya dipamerkan ke seluruh dunia. Siapa saja dan dari mana saja dapat memilih buku kita dan mengenal kita tanpa bertemu dengan kita.

    Otoritas dan Bukti Kepakaran
    Kemungkinan besar orang yang mengambil buku kita sedang mencari sumber yang kredibel untuk membantu mereka memecahkan masalah dalam kehidupan profesional atau pribadi mereka. Ketika buku kita dapat memecahkan masalah, kita secara otomatis menjadi kredibel dan dipandang ahli oleh publik.

    Menerbitkan buku adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan status kepakaran kita dan meningkatkan kredibilitas kita di pasaran. Umumnya, sebagian besar penulis dianggap ahli. Ketika kita menulis buku tentang subjek atau bidang tertentu, orang lain menganggap mereka ahli di bidang itu.

    Bagaimana menulis buku dapat menguntungkan bisnis atau karier kita secara positif?

    Jejaring sosial untuk kesuksesan bisnis
    Menjadi penulis membantu memudahkan kita memanfaatkan Network. Oleh karena itu, kerap kali saya pergi ke acara apapun yang tidak terkait dengan buku, saya selalu membawa buku saya sebagai “cinderamata”. Harap dicatat bahwa menerbitkan buku tidak selalu hanya tentang penghasilan tambahan, tetapi platform yang lebih besar untuk menciptakan jalan bagi pendapatan multisumber.

    Media untuk mempromosikan diri
    Saya telah mengenal dan bekerja dengan pemilik bisnis atau pakar di bidang tertentu yang merupakan pembicara yang luar biasa tetapi tidak dapat mengembangkan “karier pembicara” mereka tanpa memiliki buku. Namun, begitu mereka menerbitkan buku; peluang untuk diundang sebagai pembicara, trainer, coach maupun konsultan terbuka lebar. Ini mungkin tidak berlaku untuk setiap industri; tetapi dalam kebanyakan kasus, sebuah buku benar-benar dapat meningkatkan “karier untuk berbagi”.

    Membantu membangun reputasi dan kredibilitas 
    Begitu kita menambahkan kata ‘Penulis’ di depan nama kita, semuanya berubah. Tiba-tiba, kita dapat “menonjol” dari keramaian. Kita adalah pakar yang diakui di domain kita, orang ingin mendengarkan apa yang kita katakan.

    Konsumen tidak suka ditawari
    Buku adalah cara yang jauh lebih baik untuk memanfaatkan dan meningkatkan jangkauan dan interaksi klien kita. Sebuah buku, sebagai kartu nama, adalah alasan yang bagus untuk menerbitkannya dan menjangkau klien kita tanpa terlihat seperti kita memaksakan produk atau jasa pada mereka. Saya telah mendapatkan sebagian besar klien saya saat ini karena mereka “menemukan” saya melalui buku secara online maupun dari toko buku yang dapat memberi mereka solusi untuk masalah mereka.

    Berbagai sumber pendapatan
    Menjadi penulis  memungkinkan kita memiliki sumber pendapatan lain dan mendapatkan royalti seumur hidup. Menerbitkan buku juga membantu kita dalam  dunia Public Speaking karena kita adalah penulis dengan otoritas, kredibilitas, dan keahlian.

    Tidak mudah menjadi pembicara bayaran profesional tanpa buku. Orang-orang sudah mulai berbicara karier tanpa buku. Tentu saja, sebagian besar pembicara profesional akhirnya menulis satu atau dua buku; dan ketika mereka melakukannya, biaya berbicara mereka biasanya meningkat.

    Selain berbicara, banyak konsultan dan pembicara juga mengadakan lokakarya maupun pelatihan. Selain itu, tidak sedikit yang menjadikan buku mereka sebagai dasar untuk membuat pelatihan online.

    Di luar aspek cuan, menulis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan “amal jariyah”. Selama ada pembaca atau orang yang mendapatkan manfaat dari buku, kita terus akan mendapatkan “pahala”.

    Tidak hanya itu, buku juga bisa kita wariskan kepada anak, cucu atau keturunan kita. Bukankah mereka akan bangga jika memiliki orang tua, kakek/nenek, atau leluhur yang notabene sebagai penulis?
    Jadi, kapan Anda ingin menulis buku pertama Anda?
    Apa yang membuat diri Anda belum menerbitkan buku?
    Apakah Anda telah berjuang untuk menulis buku akan tetapi kesulitan menyelesaikannya?
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 21 April 2023
  • Buku SOUP Lezat, Usaha Hebat

    Menyajikan soup lezat untuk bisnis skala besar jelas lebih rumit dibandingkan dengan soup lezat untuk skala “kaki lima”. Kuncinya dimulai dari membuat semangkok soup lezat. Baru bisa diperbanyak dengan standar resep dan cara memasak yang sama.

    Filosofi soup lezat menyadarkan kita mengapa 4 dari 5 pebisnis pemula gagal di dua tahun pertama dan mengapa 1 dari 25 perusahaan jatuh sebelum berumur 10 tahun. Konsep ini mengingatkan kita betapa ketidakseimbangan dalam menjalankan aspek sistem, orang, uang, dan pelanggan secara berkesinambungan menjadi bumerang yang mempercepat kehancuran usaha.

    Buku ini mengenalkan konsep Balanced Pillar sebagai alternatif Balanced Scorecard dengan gaya bertutur dan diksi yang membumi. Sehingga mudah dipahami pembaca untuk menyadarkan pentingnya menata keseimbangan pengembangan sistem yang dikelola oleh orang yang tepat, ditunjang oleh penataan uang yang tepat guna dan pengembangan jaringan pelanggan yang luas guna mencapai kinerja efisien yang berkelanjutan.

    Digodok bersama oleh tim solid yang berisi CEO di perusahaan multinasional & lokal, pengusaha, konsultan manajemen dan praktisi SDM; buku ini dilengkapi dengan kuisioner untuk membantu pembaca menilai organisasi secara paripurna dari empat aspek yang tak dapat dipisahkan yaitu sistem, orang, uang, dan pelanggan (SOUP). Sarat dengan studi kasus, lessons learned, best practices, dan temuan mutakhir dari persepektif lokal dan global; buku ini layak menjadi teman sekaligus guru yang mengajak pembaca belajar mengukur keseimbangan proses guna mewujudkan kinerja organisasi secara berkelanjutan – baik untuk lembaga profit maupun non-profit. Sehingga wajib digunakan sebagai “panduan” untuk pebisnis, direktur, manajer, Self-Employee, konsultan, mahasiswa, maupun masyarakat  luas.

     

    Mengapa Harus Membaca Buku Ini? 

    1. Menawarkan konsep manajemen asli Indonesia;
    2. Belum ada satupun buku terbitan lokal yang mengupas tuntas sistem manajemen strategis
    3. Menjadi konsep alternatif untuk melengkapi Balanced Scorecard (BSC);
    4. Ditulis dengan gaya bertutur yang menghadirkan engagement dengan pembaca sehingga lebih mudah dipahami;
    5. Dilengkapi dengan temuan mutakhir, best-practices dan studi-studi kasus dari dalam dan luar negeri;
    6. Dilengkapi dengan kuisioner yang berisi 76 pertanyaan untuk mengukur keseimbangan proses yang menjadi kunci kinerja organisasi, baik profit maupun non-profit;
    7. Membantu pembaca menilai organisasi secara paripurna dari empat aspek yang tak dapat dipisahkan yaitu sistem, orang, uang, dan pelanggan (SOUP);
    8. Menyadarkan pembaca pentingnya proses yang “seimbang” dan benar untuk keuntungan berkelanjutan.

     

    Di mana Bisa Mendapatkan Buku Ini?

    1. Versi cetak bisa diperoleh di toko buku Gramedia, Togamasdan Gunung Agung
    2. Versi digital bisa dibeli di 4 apps: iPusnas, iReader, iJogja dan E-Sentral 

     

    Apa Kata Para Tokoh? 

    “Buku ini wajib dibaca oleh mereka yang ingin meningkatkan kinerja perusahaan dan mengerti konsep sistem manajemen strategis! Baca buku ini, perjuangkan mimpi Anda dan berkaryalah bagi negara kita tercinta. Indonesia, Pasti Bisa!”

    ~ Merry Riana, Motivator Wanita No.1 di Indonesia & Asia, Tokoh Inspirasi Buku & Film ‘MERRY RIANA: Mimpi Sejuta Dolar’,  TV Host ‘I’m Possible’ on Metro TV, Radio Host ‘The Merry Riana  Show’ on Sonora Network, www.MerryRiana.com

    “Membaca konsep dan narasi dalam buku ini secara utuh laksana menyelesaikan kuliah strategi di program MBA dalam waktu singkat namun tetap mendalam.”

    Harryadin Mahardika, Ph.D.

    Kepala Program Magister Manajemen

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia

     

    “Apabila proses bisnis tidak seimbang, maka bisnis dengan usaha sekeras apapun akan tersendat bahkan bisa gagal total. Saya angkat topi untuk penulis yang telah mampu menuliskan gagasannya dengan cemerlang!”

    Dr. Ir., Ahmad Syamil, MBA

     Dekan Binus Business School Jakarta

     

    “Kita semua harus menjaga keberhasilan perusahaan kita, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Dan untuk itu semua kegiatan perusahaan harus diukur agar mendukung keberhasilan dari kedua perspective itu. Balanced Pillar akan mengajak Anda untuk membuat pengukuran keberhasilan perusahaan Anda, baik untuk pencapaian objective di masa sekarang maupun keberlangsungan perusahaan di masa depan.”

    Pambudi Sunarsihanto

    Ketua Umum Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia (Indonesia)

    “Membangun bisnis bagi siapapun tidaklah mudah. Dibutuhkan sistem yang baik, sumber daya manusia  yang bertalenta, modal, dan kecakapan dalam memenuhi apa yang diinginkan pelanggan. Buku ini akan melengkapi tentang apa yang dibutuhkan dalam mengelola dan mengembangkan usaha.”

    Dr. Asto  Sunu Subroto

     CEO Mars Data Science

    Layaknya kehidupan manusia, bisnis yang sehat harus dijalankan secara seimbang. Dari aspek sistem, pengembangan sumber daya manusia, keuangan, hingga memuaskan pelanggan. Tanpa keseimbangan, bisnis memang masih bisa bergerak. Namun pasti akan datang suatu masa yang bernama ketumbangan. Congratulation Agung for writing this brilliant idea, keep up the good work! 
    Kus Heryuwono, President Director Intipesan Group
    “Buku ini hadir sebagai alternatif sekaligus pelengkap bagi Balanced Scorecard – konsep yang jauh dari sempurna untuk konteks Indonesia. Ia wajib dibaca oleh organisasi dan eksekutif yang ingin melakukan terobosan.”  
    Wijayanto Samirin, Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan & Komisaris Independen PT Indosat Ooredoo Tbk

    “Indonesia sebagai negara yang besar dan progresif membutuhkan buah pendalaman manajemen yang baik dan segar seperti buku ini. Para praktisi dan pemikir ilmu manajemen dapat menambah perspektifnya akan ketahanan organisasi dengan SOUP yang ditawarkan oleh Agung Setiyo Wibowo.”

    ~Andrew Emmanuel Tani, CEO AndrewTani & Co.

    “Ini merupakan buku pertama paling komprehensif yang pernah saya baca mengenai pentingnya menjaga keseimbangan seluruh aspek dalam roda organisasi. Studi-studi kasus yang dipaparkan mampu menyadarkan saya betapa mengelola organisasi  yang benar itu bermuara pada dua hal: strategy & execution. Yang terpenting, buku ini membantu saya memahami pengukuran kinerja organisasi dengan lebih masuk akal dan komprehensif.”
    Bahari Antono, CEO HRD Forum
    “Salah satu cara paling efektif dalam pembelajaran ialah meniru best practices dan lessons-learned dari the crème de la crème. Buku ini mampu menyuguhkan jalinan cerita perusahaan-perusahaan terbaik di buka bumi dalam mengelola aspek sistem (S), orang (O), uang (U) dan pelanggan (P)”.
    ~Hilbram Dunar; Pembawa Acara TV & Radio, Penulis Buku My Public Speaking
    “Buku ini kaya dengan inspirasi dan sekaligus how to yang aplikatif. Oleh karena itu, disarankan untuk menjadi rujukan para leader maupun manager yang ingin mewujudkan meaning dan effectiveness sekaligus.  Enjoy your reading. “
     ~ Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Executive & Leadership Coach

    “Seperti pada tulisan-tulisan sebelumnya, Agung menyajikan hasil kajian dan pemikirannya dalam tulisan yang enak dibaca dan mudah dipahami. Konsep “Balanced Pillar”, yang diajukan sebagai alternatif dari pendekatan “Balanced Scorecard” yang sudah lebih banyak dikenal dan dipakai, menekankan pada pentingnya keseimbangan empat aspek utama dalam organisasi, baik yang berorientasi profit maupun non-profit, yaitu sistem, orang, uang dan pelanggan (disingkat SOUP). Apa yang disampaikan dalam buku ini sangat mengena dan sesuai dengan pengalaman saya sendiri dalam mengelola usaha swasta maupun organisasi non-profit.”

    ~ Wicaksono Sarosa, Chief Knowledge Worker Ruang-Waktu Knowledge-Hub for Sustainable [Urban] Development dan Ketua Dewan Eksekutif Kemitraan-Habitat

    “Tidak semua orang bisa membaca kinerja perusahaan secara paripurna. Buku ini menawarkan semua yang perlu dipahami untuk menjalankan bisnis dengan benar. Saya rekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh pebisnis dan manager serta pimpinan perusahaan maupun organisasi nirlaba yang ingin meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasinya dengan signifikan.”

    ~ Aries Nugroho, General Manager Ogilvy Public Relations

    “Buku ini memiliki dua hal: komprehensif dan seimbang. Komprehensif dalam penyampaian mengenai pentingnya menjaga keseimbangan seluruh aspek dalam roda organisasi. Seimbang dalam penyajiannya yang komprehensif, mulai dari sejarah, filosofi, elaborasi aspek-aspek, hingga kuesioner untuk mengukur keseimbangan proses yang menjadi kunci kerja organisasi. Pun pula, studi-studi kasus yang dipaparkan mampu menyegarkan kita kembali mengenai cara mengelola organisasi yang benar yaitu bermuara pada dua hal: strategy & execution.”

    ~ Bambang Suseno, ST, CIIB, ANZIIF (Snr. Assoc.), CIP; Ketua Umum Asosiasi Ahli Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APARI)

    “Apa yang ditawarkan dalam buku ini tidak hanya bisa diterapkan untuk kalangan korporasi, tapi juga organisasi nirlaba. Agung dengan cerdas menggoreskan gagasannya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga dapat dipahami oleh siapa saja.”

    ~ Tito Hananta Kusuma, Managing Partner Tito Hananta Kusuma & Co.

     

     

    Ingin Pesan Sekarang?

    Kamu bisa mendapatkan harga khusus sebelum 31 Agustus 2018. Jadi, tunggu apa lagi. Pesan sekarang  juga melalui Krishna di +62-852-3050-4735 (Whatsapp/Telegram/Line/SMS/Call) atau grandsaint@gmail.com.