Pernah nggak Anda bertemu seseorang yang luar biasa—pengalamannya dalam, pemikirannya tajam, kontribusinya nyata—tapi… hampir tidak ada jejak pemikirannya dalam bentuk tulisan?
Padahal, kalau didengar langsung, kita bisa belajar banyak darinya.
Ironisnya, di sisi lain, ada orang-orang yang mungkin belum “sejauh itu”, tapi karena mereka menulis—punya buku, artikel, atau konten yang konsisten—justru lebih dikenal, lebih dipercaya, bahkan lebih dicari.
Di titik ini, muncul satu pertanyaan yang jarang kita sadari:
Apakah dunia menghargai kualitas… atau narasi?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Tapi satu hal pasti:
kualitas tanpa narasi sering kali tidak terlihat.