Hidup terus melaju.Hingga Tuhan mencabut maut kita. Sayangnya kita sering lengah.
Category: Blog
-
Sisa Hari
Tiap tahun kita sering merayakan bertambahnya umur. Padahal sejatinya semakin tahun usia kita semakin berkurang.Hemmm. Begitulah manusia. Tiap hari kita mendekati hari kematian. Namun kita selalu lupa karena merasa sibuk mengejar dunia yang fana.Masih berapa sisa hari kita? Tak ada orang yang benar-benar tahu.Maka, kita sering diingatkan untuk mengerjakan sesuatu untuk dunia seolah-olah kita hidup selamanya. Di sisi lain kita disadarkan untuk mengerjakan untuk akhirat seolah-olah esok tiada.Sisa harimu berapa hidup di bumi? Sudahkah jadi orang baik? Sudahkah bermanfaat untuk orang banyak?Agung Setiyo WibowoDepok, 30 Agustus 2022 -
Jalani, Jalani
Hidup itu untuk dijalani, bukan?
Ya dong. Karena hidup hanya sekaliTerimalah semua skenario yang dihadirkan-NyaTak usah keluhkan masalahmuTak usah cemaskan esok hariTak usah sesali yang telah terjadiHidup untuk saat ini di siniKawanku …Tak ada guna galauSobatku …Musuhmu bukan orang lainPesaingmu dirimu sendiriApakah kini kau lebih baik dari yang lalu?Apakah kau sudah membawa manfaat untuk orang lain?Jalani, jalaniKarena hidup hanya sekaliAgung Setiyo WibowoDepok, 12 Agustus 2022 -
Membandingkan Anies, Ganjar, Prabowo dari Kaca Mata Numerologi
Suhu politik di tanah air belakangan ini mulai “memanas”. Apa lagi kalau bukan karena Pemilihan Presiden 2024? Apalagi, kita akan melalui kurang dari setahun lagi pesta demokrasi terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Manuver-manuver politik sudah semakin terasa di berbagai kanal. Sindir demi sindir di media sosial untuk mendapatkan simpati publik semakin terlihat. Dan masyarakat kita pun semakin intens memperbincangkannya.
Salah satu topik yang paling tidak pernah membosankan untuk diulas adalah perbandingan antara tiga Capres. Meski tak sedikit masyarakat yang terang-terangan akan golput, namun toh sebagian besar masyarakat kita agaknya masih sudi untuk mencoblos salah satu dari ketiganya (jika kelak benar-benar tiga Capres).
Siapa yang pantas dipilih?
Bisa kita lihat dari waktu ke waktu hasil survei terbaru Capres-Cawapres 2024 di media daring maupun luring hasilnya. Yang pasti, karena masih berbulan-bulan, hasil surveinya masih begitu sangat dinamis.Nah, sebagai praktisi pengembangan SDM; izinkan saya untuk menakar perbandingan ketiga Capres 2024 dari kacamata numerologi. Apa itu numerologi?
Numerologi (dikenal sebelum abad ke-20 sebagai arithmancy) adalah kepercayaan pada hubungan okultisme, ketuhanan atau mistik antara angka dan satu atau lebih peristiwa yang bertepatan. Ini juga merupakan studi tentang nilai numerik, melalui sistem alfanumerik, huruf dalam kata dan nama. Ketika numerologi diterapkan pada nama seseorang, itu adalah bentuk onomancy.
Para numerolog sangat percaya bahwa setiap angka memiliki makna, karakteristik, pengaruh dan getaran. Karena manusia dilahirkan pada tahun, bulan dan hari tertentu ke dalam energi bumi.
Banyak pakar percaya bahwa angka ialah bahasa atau simbol yang mencerminkan maksud tertentu. Bahasa angka dianggap tidak pernah berubah alias konstan sejak sejarah peradaban manusia bermula.
Dalam kaca mata numerologi, angka mencerminkan pola getaran energi. Oleh karena itu, angka dan getaran dalam tanggal lahir seseorang dapat dijadikan sebagai “data” yang mewakili energi utamanya.
Tak mengherankan bila Pythaghoras pernah berujar, “Dunia itu dibangun di atas kekuatan angka. Seluruh alam semesta terdiri dari pola matematika. Dan semua hal dapat diekspresikan dalam angka. Sesuai dengan getaran universal.”
Berikut perbandingan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto dari kaca mata numerologi.
Pertama, Anies Baswedan yang lahir pada 7 Mei 1969. Berdasarkan numerologi, Anies masuk dalam nomor “jalan hidup” 1 yang cenderung ambisius, individualistis, memiliki tekad kuat, dan mengambil peran pemimpin dalam bidang apa pun. Orang-orang seperti Anies secara “hitungan angka” cenderung lebih mandiri, kreatif, dan inovatif. Mereka menyukai kebebasan untuk mengejar gol sendiri dan menjadi “bos” ketika membuat setiap dan semua keputusan hidup. Berdasarkan numerologi, orang-orang dengan tipe itu disarankan untuk tidak terlalu memaksakan diri dan kehilangan fokus ketika mengejar mimpi.
Kedua, Ganjar Pranowo yang lahir pada 28 Oktober 1968. Berdasarkan numerologi, Ganjar memiliki nomor “jalan hidup” 8 yang cenderung menjadi pemimpin secara alami (bukan pengikut) dengan kapasitas yang baik untuk memvisualisasikan, dan kemampuan intuitif untuk mengetahui, apa yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan tugas yang ada. Dengan demikian, ia lebih berpotensi untuk lebih sukses dalam urusan uang, bisnis, atau politik. Dalam kaca mata numerologi, orang-orang dengan tipe tersebut disarankan untuk tidak kehilangan belas kasih, terlalu ambisius dan atau serakah dalam mengejar gol.
Ketiga, Prabowo Subianto yang lahir pada 17 Oktober 1951. Berdasarkan numerologi, Prabowo memiliki “jalan hidup” 7 dengan tingkat kesadaran lebih tinggi dan sudut pandang lebih luas dalam memandang dunia. Orang-orang dengan tipe ini cenderung menjadi pemikir intelektual dan analitis. Mereka memiliki pemahaman yang baik tentang spiritual dan tertarik pada misteri keberadaan semua yang ada di alam semesta dan segala sesuatu di dalamnya. Mereka sungguh mandiri dan kadang-kadang menarik diri ke dunia soliter diri sendiri untuk merenungkan gol yang tengah dimiliki. Dalam kaca mata numerologi, orang-orang dengan tipe tersebut disarankan untuk berhati-hati agar tidak berpikiran terlalu sempit dan menyendiri.
Bagaimana reaksi Anda dengan hasil numerologi di atas?
Harus diakui bahwa tidak semua orang mempercayai numerologi. Karena dianggap pseudosains. Kendati demikian, bagi orang-orang yang mempercayai, numerologi ibarat “petunjuk” yang dapat menjadi pedoman untuk belajar, bertumbuh atau hidup lebih baik.
Bagi Anda yang tidak percaya numerologi, anggap saja informasi ini sebagai “hiburan”. Bagi Anda yang percaya, anggap informasi ini sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk memilih Capres terbaik.
Selamat memilih Indonesia.
-
Memaknai Perubahan
Hidup ini tentang perubahan. Perubahan yang abadi. Bukankah begitu kawan?Perubahan mungkin terasa tidak nyaman. Tapi begitulah seharusnya.Tak ada kemajuan tanpa dilalui oleh ketidaknyamanan.Jadi kawanku, mari kita berbenah. Mari kita berubah.Perubahan itu berkelanjutan.Dari buaian hingga liang lahat.Tidak bisa kita hindari, tidak bisa kita tolak.Perubahanku, perubahanmuTidaklah sama kawanKarena garis start kita berbeda, begitu pun garis finishCerita kita tidak pernah sama kawanKarena bukankah masing-masing dari kita itu unik?Mari merayakan perubahanMemento moriAmor fatiAgung Setiyo WibowoJakarta, 11 Juni 2023 -
Tentang Risiko
Apa? Risiko?
Ya, hidup ini penuh risiko guys.Apapun yang kita lakukan ada risikonya. Jika kita ingin bebas risiko itu artinya kita tak melakukan apapun.Risiko berbanding lurus dengan peluang keuntungan atau penghargaan – meskipun tidak selalu. Jadi, sebelum melakukan apapun kita perlu memitigasinya.Oh, gitu ya?Ya benar. Tanpa risiko artinya hidup kita “jalan di tempat”. Tanpa risiko tak ada perubahan.So, apa risiko yang mau rela kamu tebus untuk mencapai mimpi? Seberapa berani kamu mengambil risiko?Selamat menjalani hidup kawan. Cintai risikomu.Agung Setiyo WibowoJakarta, 2 Agustus 2022 -
Fixing Others? No!
Pelangi itu indah. Kenapa begitu? Karena warna-warni.
Begitupun hidup, manusia diciptakan beragam di segala aspeknya. Tak heran Tuhan meminta kita saling mengenal satu sama lain.Mengapa konflik terjadi? Karena kita memaksakan orang lain seperti cara kita berpikir, bersikap, bertindak atau berkata-kata. Kita seringkali memandang diri sendiri superior, yang lainnya tidak.Saling memahami adalah kunci komunikasi, dan tentu saja kesuksesan. Apapun level organisasinya dari rumah tangga, kampung, perusahaan hingga organisasi internasional.Fixing others? No! Mending kita accepting others unconditionally selama mereka tidak merugikan.So, apa yang kamu cari? Sudahkah kamu menerima orang lain dengan kasih?Agung Setiyo WibowoJakarta, 8 Agustus 2022