Category: Blog

  • Muara Itu Bernama Pikiran

    Hidup ini sederhana. Karena Tuhan begitu adil.

    Apa yang kita tabur, kita tuai. Apa yang kita kehendaki, menghampiri diri.
    Nah, pikiran adalah muaranya. Pikiran memicu kata-kata. Kata-kata memicu tindakan. Tindakan memicu kebiasaan. Kebiasaan memicu nasib.
    Well, pada akhirnya kualitas diri kita bergantung dari cara kita berpikir. Karena yang lain adalah cerminannya.
    Apakah pikiranmu sekarang menjauhkan atau mendekatkanmu pada impian?
    Selamat berpikir, kawan.
    Agung Setiyo Wibowo
    20 Mei 2022
  • Tes Demi Tes

    Tes.

    Ya, hidup adalah rangkaian tes.
    Tes demi tes.
    Setiap ada tes kita akan naik kelas atau tinggal kelas. Setiap tes menjadi penyaring kita untuk evaluasi.
    Namun hidup bukanlah seperti sekolah yang berakhir dengan selembar ijazah. Hidup adalah rangkaian tes dengan hasil akhir dunia atau akhirat. Selama nafas masih dikandung badan, kita akan terus diuji.
    Jadi, sudahkah kamu belajar hari ini? Maukah kamu belajar terus-menerus?  Selamat menikmati tes kawan.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 24 Mei 2022
  • Mengapa Kita Perlu Menulis Buku?

    Buku adalah salah satu perangkat untuk membantu Personal Branding yang paling ampuh. Meskipun  kini kita hidup di abad digital, “daya magis” buku tak tergantikan. Buku telah, sedang, dan akan selalu menjadi faktor pembeda yang membuat penulisnya menonjol di tengah kerumunan.
    Namun, tidak semua orang mau atau mampu menulis buku dengan berbagai dalih.
    • Aku tidak punya waktu!
    • Saya terlalu muda untuk menerbitkan buku sendiri!
    • Gue bukan ahli dalam hal apa pun, siapa yang mau baca buku gue?
    • Aku bukan siapa-siapa
    • Saya tidak kaya
    • Saya tidak pandai menulis
    • Ntar aja deh kalau gue udah pensiun
    • Saya terlalu tua untuk memulai
    • Saya nggak pede Mas!
    • Saya tak berbakat nulis Mbak!
    • Saya tidak tahu bagaimana menerbitkannya!
    Mengapa kita perlu menulis satu buku setidaknya sekali seumur hidup?
    Buku adalah rahasia yang digunakan para Public Figure untuk mengembangkan bisnis mereka, membangun Personal Branding mereka, membangun kredibilitas, berbagi perspektif, dan menceritakan kisah mereka sendiri di bidang pilihan mereka – secara langsung atau tidak langsung.

    Dokumentasikan perjalanan kita segera mungkin. Karena kita saat ini hidup di abad internal yang “banjir konten”. Semakin kita mampu memengaruhi Follower kita, semakin banyak kemungkinan pelanggan maupun calon klien dan mitra yang dapat kita jangkau.

    Inilah sebabnya, kita harus menulis buku.

    Buku adalah ‘kartu nama’
    Sebagian besar dari kita tahu bahwa membuat konten itu sangat penting, terutama di era persaingan untuk mendapatkan perhatian. Jejaring dan media sosial adalah peluang besar bagi kita untuk “memamerkan” Personal Branding dan memperkenalkan bisnis kita.

    Buku kita akan menjadi kartu nama kita saat kita tidak hadir. Saat kita menerbitkan buku, itu artinya dipamerkan ke seluruh dunia. Siapa saja dan dari mana saja dapat memilih buku kita dan mengenal kita tanpa bertemu dengan kita.

    Otoritas dan Bukti Kepakaran
    Kemungkinan besar orang yang mengambil buku kita sedang mencari sumber yang kredibel untuk membantu mereka memecahkan masalah dalam kehidupan profesional atau pribadi mereka. Ketika buku kita dapat memecahkan masalah, kita secara otomatis menjadi kredibel dan dipandang ahli oleh publik.

    Menerbitkan buku adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan status kepakaran kita dan meningkatkan kredibilitas kita di pasaran. Umumnya, sebagian besar penulis dianggap ahli. Ketika kita menulis buku tentang subjek atau bidang tertentu, orang lain menganggap mereka ahli di bidang itu.

    Bagaimana menulis buku dapat menguntungkan bisnis atau karier kita secara positif?

    Jejaring sosial untuk kesuksesan bisnis
    Menjadi penulis membantu memudahkan kita memanfaatkan Network. Oleh karena itu, kerap kali saya pergi ke acara apapun yang tidak terkait dengan buku, saya selalu membawa buku saya sebagai “cinderamata”. Harap dicatat bahwa menerbitkan buku tidak selalu hanya tentang penghasilan tambahan, tetapi platform yang lebih besar untuk menciptakan jalan bagi pendapatan multisumber.

    Media untuk mempromosikan diri
    Saya telah mengenal dan bekerja dengan pemilik bisnis atau pakar di bidang tertentu yang merupakan pembicara yang luar biasa tetapi tidak dapat mengembangkan “karier pembicara” mereka tanpa memiliki buku. Namun, begitu mereka menerbitkan buku; peluang untuk diundang sebagai pembicara, trainer, coach maupun konsultan terbuka lebar. Ini mungkin tidak berlaku untuk setiap industri; tetapi dalam kebanyakan kasus, sebuah buku benar-benar dapat meningkatkan “karier untuk berbagi”.

    Membantu membangun reputasi dan kredibilitas 
    Begitu kita menambahkan kata ‘Penulis’ di depan nama kita, semuanya berubah. Tiba-tiba, kita dapat “menonjol” dari keramaian. Kita adalah pakar yang diakui di domain kita, orang ingin mendengarkan apa yang kita katakan.

    Konsumen tidak suka ditawari
    Buku adalah cara yang jauh lebih baik untuk memanfaatkan dan meningkatkan jangkauan dan interaksi klien kita. Sebuah buku, sebagai kartu nama, adalah alasan yang bagus untuk menerbitkannya dan menjangkau klien kita tanpa terlihat seperti kita memaksakan produk atau jasa pada mereka. Saya telah mendapatkan sebagian besar klien saya saat ini karena mereka “menemukan” saya melalui buku secara online maupun dari toko buku yang dapat memberi mereka solusi untuk masalah mereka.

    Berbagai sumber pendapatan
    Menjadi penulis  memungkinkan kita memiliki sumber pendapatan lain dan mendapatkan royalti seumur hidup. Menerbitkan buku juga membantu kita dalam  dunia Public Speaking karena kita adalah penulis dengan otoritas, kredibilitas, dan keahlian.

    Tidak mudah menjadi pembicara bayaran profesional tanpa buku. Orang-orang sudah mulai berbicara karier tanpa buku. Tentu saja, sebagian besar pembicara profesional akhirnya menulis satu atau dua buku; dan ketika mereka melakukannya, biaya berbicara mereka biasanya meningkat.

    Selain berbicara, banyak konsultan dan pembicara juga mengadakan lokakarya maupun pelatihan. Selain itu, tidak sedikit yang menjadikan buku mereka sebagai dasar untuk membuat pelatihan online.

    Di luar aspek cuan, menulis merupakan salah satu cara untuk mendapatkan “amal jariyah”. Selama ada pembaca atau orang yang mendapatkan manfaat dari buku, kita terus akan mendapatkan “pahala”.

    Tidak hanya itu, buku juga bisa kita wariskan kepada anak, cucu atau keturunan kita. Bukankah mereka akan bangga jika memiliki orang tua, kakek/nenek, atau leluhur yang notabene sebagai penulis?
    Jadi, kapan Anda ingin menulis buku pertama Anda?
    Apa yang membuat diri Anda belum menerbitkan buku?
    Apakah Anda telah berjuang untuk menulis buku akan tetapi kesulitan menyelesaikannya?
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 21 April 2023
  • Waktu Terus Melaju

    Waktu.

    Apa yang pertama terlintas di benakmu?
    Apapun itu, kita diberikan waktu yang sama setiap hari.
    Sayangnya, kita seringkali menyia-nyiakam waktu. Duh ruginya …
    Waktu terus melaju. Kita semestinya tahu apa yang kita mau.
    Waktu terus melaju. Pastikan waktumu membuatmu semakin dekat pada tujuam hidup dan Tuhanmu.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 30 Mei 2022
  • Apa Adanya

    Hidup ini misterius. Karena kita tak pernah tahu skenario yang disiapkan Tuhan.

    Yang pasti  hidup ini penuh kejutan. Dengan segala dinamikanya.
    Hidup ini penuh warna. Suka duka datang silih berganti.
    Itu mengapa kebahagiaaan adalah pilihan. Karena semua bergantung sikap kita.
    Tak usah risaukan esok. Tak usah sesali yang telah terjadi.
    Apa adanya saja. Di mana pun kita berada.
    Selamat berjuang kawan.
    Agung Setiyo Wibowo
    Jakarta, 30 Juni 2022
  • Dijalani Aja

    Hidup itu hanya sekali. Ya, hanya sekali, kawan.

    Sayangnya, kita seringkali menyia-nyiakan hidup ini. Entah membuang waktu untuk hal yang tak berfaedah atau terjerembab dalam hal negatif yang merugikan.

    Hidup memang ujian.

    Dikatakan ujian karena jika kita mampu melewati berbagai tantangannya, kita akan “naik kelas” atau “naik derajat”. Sebaliknya, jika kita gagal; kita tentu akan merugi.

    Hidup  itu berwarna. Ada suka, ada duka, Ada tawa, ada lara.

    Seperti pelangi, hidup akan membosankan jika sewarna. Menyadari hal itu, kita semestinya sadar bahwa segala hal yang terjadi di dunia ini bukanlah kebetulan.

    Tugas kita sejatinya hanyalah menjalani sebaik yang kita bisa. Biarkan Allah yang menilai. Karena toh pada akhirnya, segala hal yang kita lakukan itu ada “harga”-nya. Kita akan menerima rapor kelak.

    Kawan-kawanku semua. Mari jalani hidup ini dengan penuh syukur. Tak usah resah dengan apa yang terjadi esok. Jangan sesali apa yang terjadi kemarin.

    Jalani saja masalah yang kita temui. Nikmati prosesnya. Dan cintai dirimu.

     

    Salam bahagia.

    Agung Setiyo Wibowo

    Jakarta, 27 Juni 2022

     

    Sumber foto: https://unsplash.com/