Pernah nggak, Anda merasa capek… tapi bingung sebenarnya capek karena apa?
Pekerjaan mungkin baik-baik saja.
Karier jalan.
Target tercapai.
LinkedIn terlihat aktif.
Bahkan hidup dari luar tampak “baik-baik saja”.
Tapi entah kenapa, ada ruang kecil dalam diri yang terasa kosong.
Dan anehnya, semakin dewasa, semakin banyak orang mengalami itu.
Kita sibuk:
- mengejar validasi,
- membangun citra,
- meningkatkan pencapaian,
- memperluas koneksi,
- bahkan mempercantik personal branding.
Tapi diam-diam kehilangan hubungan dengan diri sendiri.
Saya rasa, salah satu alasan kenapa buku Think Like a Monk karya Jay Shetty terasa begitu relate adalah karena buku ini tidak mengajari kita cara menjadi “lebih hebat”.
Justru sebaliknya.
Buku ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya:
“Sebenarnya, siapa diri kita ketika semua kebisingan itu dimatikan?”
Dan jujur saja, itu pertanyaan yang lebih sulit daripada target KPI mana pun.