Saya pernah berada di fase ketika melihat perjalanan karier orang lain terasa begitu rapi.
Lulus kuliah.
Masuk perusahaan besar.
Naik jabatan setiap beberapa tahun.
Menjadi direktur.
Lalu pensiun dengan tenang.
Sementara saya? Rasanya seperti sedang menggambar garis menggunakan tangan yang gemetar. Kadang naik, kadang turun, pindah peran, belajar hal baru, mencoba bisnis, kembali mengajar, masuk dunia konsultasi, menulis buku, lalu berbicara di depan publik.
Jujur saja, pernah ada rasa takut.
“Apakah saya terlalu banyak berbelok?”
“Apakah saya kurang fokus?”
“Apakah semua ini hanya membuang waktu?”
Sampai akhirnya saya membaca buku The Squiggly Career karya Helen Tupper dan Sarah Ellis. Buku itu membuat saya berhenti memandang tikungan sebagai kegagalan. Justru di situlah saya menemukan pola.
Bayangkan Anda melihat aliran sungai dari atas. Hampir tidak ada sungai yang mengalir lurus. Ia berkelok, memutar, bahkan sesekali tampak menjauh dari tujuan akhirnya.
Namun justru karena kelokan itulah air mampu terus mengalir melewati berbagai medan.
Karier modern ternyata seperti sungai itu.
Bukan jalan tol yang lurus.
Melainkan perjalanan yang penuh tikungan, percabangan, dan kejutan.
Dan mungkin, itulah bentuk yang paling alami.
Ketika Tangga Karier Berubah Menjadi Jaringan
Selama bertahun-tahun kita diajarkan bahwa sukses berarti terus naik.
Naik jabatan.
Naik gaji.
Naik status.
Padahal dunia berubah jauh lebih cepat daripada struktur organisasi.
Hari ini seseorang bisa menjadi analis data, lima tahun kemudian menjadi entrepreneur, lalu beralih menjadi content creator, investor, atau konsultan. Semua pengalaman itu saling terhubung dan memperkaya nilai dirinya.
Helen Tupper dan Sarah Ellis menyebut perjalanan seperti ini sebagai squiggly career—jalur yang tidak lurus tetapi terus berkembang melalui pengalaman yang beragam.
Saya melihat fenomena ini hampir setiap hari.
Seorang engineer belajar komunikasi dan akhirnya menjadi pemimpin transformasi.
Seorang HR mempelajari data analytics dan menjadi strategic advisor.
Seorang guru membangun bisnis edukasi digital.
Mereka tidak kehilangan arah. Mereka sedang memperluas kapasitas.
Nilai Terbesar Ada pada Skill yang Bisa Dipindahkan
Salah satu pelajaran paling berharga dari buku ini adalah pentingnya transferable skills.
Kemampuan berpikir kritis.
Kemampuan memimpin.
Kemampuan bernegosiasi.
Kemampuan bercerita.
Kemampuan membangun relasi.
Kemampuan belajar dengan cepat.
Skill seperti ini tidak kedaluwarsa ketika Anda berganti industri.
Dalam bisnis pun demikian.
Produk bisa berubah.
Pasar bisa bergeser.
Teknologi bisa usang.
Jangan Hanya Mengenali Kelebihan. Kenali Energi Anda.
Buku ini juga mengajak kita memahami apa yang disebut energy audit.
Tidak semua pekerjaan yang kita kuasai benar-benar memberi energi.
Saya mengenal banyak profesional yang sangat kompeten tetapi pulang kerja setiap hari dengan kelelahan emosional.
Sebaliknya, ada orang yang bekerja lebih lama tetapi justru semakin bersemangat karena aktivitasnya sesuai dengan kekuatan alami mereka.
Dalam kehidupan pribadi pun pelajarannya sama.
Keberhasilan bukan hanya tentang apa yang bisa kita lakukan.
Tetapi juga tentang aktivitas apa yang membuat kita merasa hidup.
Ketika energi bertemu kompetensi, produktivitas meningkat secara alami.
Rasa Ingin Tahu Lebih Penting daripada Memiliki Semua Jawaban
Di sekolah kita sering diberi penghargaan karena jawaban yang benar.
Di dunia kerja modern, justru pertanyaan yang baik sering kali lebih berharga.
Apa tren berikutnya?
Masalah apa yang belum diselesaikan pelanggan?
Skill apa yang perlu saya pelajari lima tahun ke depan?
Perusahaan yang terus bertanya akan terus berevolusi.
Bangun Jaringan, Bukan Sekadar Koleksi Kartu Nama
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang networking adalah menganggapnya sebagai aktivitas mencari keuntungan.
Padahal relasi terbaik dibangun dari rasa ingin membantu dan belajar bersama.
Saya pernah melihat seseorang memperoleh peluang bisnis besar bukan karena presentasi yang luar biasa, melainkan karena bertahun-tahun ia dikenal sebagai orang yang murah hati dalam berbagi pengetahuan.
Reputasi tumbuh dari konsistensi. Kepercayaan lahir dari interaksi kecil yang dilakukan berulang.
Eksperimen Kecil Lebih Baik daripada Menunggu Kepastian
Banyak orang menunda langkah karena ingin semuanya sempurna.
Padahal karier berkembang melalui eksperimen.
Ingin menjadi pembicara? Mulailah dari komunitas kecil.
Ingin menjadi penulis? Tulis satu artikel setiap minggu.
Ingin membangun bisnis? Uji ide kepada sepuluh pelanggan pertama.
Dalam dunia startup, konsep ini mirip dengan membuat minimum viable product.
Dalam hidup, kita bisa menyebutnya sebagai keberanian untuk mencoba tanpa harus menunggu semua jawaban tersedia.
Penerapan dalam Bisnis
Bagi perusahaan, konsep squiggly career memberi pelajaran penting.
Jangan hanya merekrut berdasarkan pengalaman yang identik.
Lihat juga kemampuan belajar, adaptasi, dan potensi lintas fungsi.
Pemimpin juga perlu berhenti mengukur kesuksesan hanya dari promosi vertikal.
Kadang perpindahan fungsi justru menghasilkan pemimpin yang lebih matang karena memahami bisnis secara menyeluruh.
Penerapan dalam Kehidupan
Pelajaran ini tidak hanya berlaku untuk pekerjaan.
Ia juga berlaku untuk hidup.
Tidak semua pertemanan bertahan.
Tidak semua rencana berjalan sesuai harapan.
Tidak semua kegagalan benar-benar gagal.
Kadang kehilangan pekerjaan membuka pintu usaha.
Kadang proyek yang gagal mempertemukan kita dengan mentor terbaik.
Kadang jalan memutar justru menjadi jalan tercepat menuju versi diri yang lebih bijaksana.
Mungkin hidup memang tidak pernah dimaksudkan untuk lurus.
Karena manusia bertumbuh melalui pengalaman, bukan garis sempurna.
Punchline: Mungkin Anda Tidak Tersesat
Ada satu kalimat yang terus terngiang setelah menutup buku ini.
Mungkin kita terlalu sibuk mencari peta, padahal kehidupan sedang mengajari kita membaca kompas.
Kompas tidak memberi tahu setiap belokan.
Ia hanya memastikan arah.
Begitu pula karier.
Kita tidak harus tahu akan berada di mana sepuluh tahun lagi.
Karena pada akhirnya, orang-orang yang paling menginspirasi bukan mereka yang memiliki perjalanan paling lurus.
Melainkan mereka yang mampu mengubah setiap tikungan menjadi kesempatan.
Dan mungkin, garis berliku yang selama ini Anda sesali justru sedang menggambar mahakarya hidup Anda.
Jika Anda atau perusahaan Anda membutuhkan mitra terbaik untuk training, consulting, coaching, dan mentoring dengan tujuan untuk Grow & Glow, jangan ragu untuk menghubungi The Pandita Institute. Bersama, kita dapat membangun individu, tim, dan organisasi yang lebih adaptif, bertumbuh, dan siap menghadapi masa depan.
Nah, bagaimana dengan diri Anda? Sudah dapet banyak manfaat dari LinkedIn belum? Sudah tahu cara main LinkedIn yang efektif? Sudah paham jurus jitu dapet kerjaan tanpa melamar, dapet klien tanpa pitching, dapet orderan tanpa jualan, dapet investor tanpa proposal, atau dapet mitra bisnis tanpa menawarkan diri? Ikutin solusi gue ini:
#LinkedInHacks #LinkedInStorytelling #LinkedInThatWorks #Networking #PersonalBranding #TheSquigglyCareer #CareerDevelopment #Leadership #PersonalGrowth #FutureOfWork #LearningAgility #CareerGrowth #BusinessTransformation #ProfessionalDevelopment #ThePanditaInstitute
Leave a Reply