“Bro, gue gak enak nge-chat orang duluan. Kayak minta kerjaan.”
Kalimat itu mungkin salah satu kalimat paling jujur yang pernah gue dengar tentang LinkedIn.
Dan mungkin… lo juga pernah ngerasa begitu.
Karena kebanyakan dari kita dibesarkan dengan pemahaman:
Networking itu dekat dengan menjilat.
Nambah koneksi itu demi keuntungan.
Chat duluan itu artinya butuh sesuatu.
Padahal justru sebaliknya.
Karen Wickre di bukunya Taking the Work Out of Networking membongkar satu kesalahpahaman klasik:
Kita mengira networking itu pekerjaan.
Makanya capek.
Kita mengira networking itu strategi.
Makanya terasa manipulatif.
Padahal networking bukan tindakan.
Networking adalah kebiasaan memperhatikan orang.
Banyak orang networking seperti pemburu.
Datang → incar → tembak → ambil hasil → pergi.
Itu yang bikin LinkedIn terasa dingin.
Karen Wickre mengajarkan pendekatan berbeda:
jadilah tukang kebun.
Tukang kebun tidak memaksa pohon berbuah.
Dia merawat tanah, air, dan cahaya.
Buah datang sendiri — bahkan kadang dari pohon yang tidak dia tanam.
Networking yang sehat bekerja seperti itu.
Intinya: Networking = Remembering People
Bukan ngobrol banyak.
Bukan sok kenal.
Bukan pitching.
Tapi mengingat.
Siapa dia.
Apa yang dia pedulikan.
Apa yang sedang dia bangun.
Karen Wickre menyebut ini sebagai light-touch relationships — hubungan ringan tapi konsisten.
Penerapan di LinkedIn
1. Stop Kenalan, Start Perhatian
Mayoritas pesan LinkedIn:
“Halo kak, izin kenalan ya”
Itu bukan kenalan. Itu formalitas kosong.
Coba ubah jadi:
“Saya baca postingan Anda soal change management minggu lalu. Insight tentang middle manager sebagai bottleneck itu kepake banget di tim saya.”
Tidak minta apa-apa.
Tapi membangun konteks.
Orang mengingat yang memperhatikan.
2. Komentar Lebih Penting dari Posting
Posting membangun visibility. Komentar membangun relationship.
Posting = billboard
Komentar = percakapan
Orang jarang ingat kontenmu.
Tapi selalu ingat yang ngobrol dengannya.
3. Follow Up Tanpa Agenda
Networking bukan follow up ketika butuh.
Networking adalah: “Eh kepikiran lo waktu baca artikel ini.”
Bukan karena ada maunya.
Justru karena tidak ada maunya.
Di situlah trust lahir.
Penerapan di Karier
Kesempatan karier jarang datang dari orang asing.
Datangnya dari:
-
mantan kolega
-
teman diskusi
-
orang yang pernah ngobrol santai
Bukan karena kita paling jago.
Tapi karena kita paling diingat.
Karier modern bukan meritocracy penuh.
Dia memory-cracy.
Penerapan di Bisnis
Banyak bisnis mengira growth berasal dari iklan.
Padahal growth paling stabil datang dari:
familiaritas → kepercayaan → rekomendasi
Orang beli dari yang terasa dikenal.
Bukan dari yang paling hebat.
Makanya personal branding bukan pamer skill.
Tapi akumulasi interaksi kecil.
Prinsip Utama dari Buku Ini
Karen Wickre merangkum networking bukan sebagai teknik, tapi perilaku:
-
Be interested, not interesting
-
Small gestures > grand gestures
-
Consistency beats intensity
-
Relationships compound over time
Networking bukan sprint. Dia bunga deposito sosial.
Contohnya?
Ada orang LinkedIn posting tiap hari tapi sepi peluang.
Ada yang jarang posting tapi sering diajak proyek.
Bedanya satu:
Yang pertama broadcasting.
Yang kedua relating.
LinkedIn bukan panggung. Dia ruang tamu digital.
Penutup
Networking jadi berat ketika kita mencoba terlihat penting.
Networking jadi ringan ketika kita benar-benar peduli.
Bukan siapa yang kamu kenal,
tapi siapa yang merasa dikenal olehmu.
Dan itu… tidak pernah bisa dipalsukan.
Nah, bagaimana dengan diri Anda? Sudah dapet banyak manfaat dari LinkedIn belum? Sudah tahu cara main LinkedIn yang efektif? Sudah paham jurus jitu dapet kerjaan tanpa melamar, dapet klien tanpa pitching, dapet orderan tanpa jualan, dapet investor tanpa proposal, atau dapet mitra bisnis tanpa menawarkan diri? Ikutin solusi gue ini:
#LinkedInHacks #LinkedInStorytelling #LinkedInThatWorks #Networking #PersonalBranding #Networking #PersonalBranding #LinkedInTips #CareerGrowth #RelationshipBuilding #TrustEconomy #ProfessionalGrowth #DigitalReputation #SocialCapital #BusinessNetworking
Leave a Reply