Saya harus jujur di awal. Ada masa ketika kata networking justru membuat saya lelah sebelum benar-benar melakukannya.
Bukan karena saya antisosial.
Bukan karena tidak paham pentingnya relasi.
Tetapi karena setiap kali mendengar kata itu, yang terbayang adalah agenda yang dipaksakan, obrolan basa-basi yang kaku, kartu nama yang ditukar tanpa makna, dan perasaan pulang dengan kepala penuh tapi hati kosong.