Berdamai dengan Ketidaksempurnaan

“Tidak ada orang yang sempurna.”

Ungkapan itu nampaknya begitu sering kita dengar. Namun toh, maknanya tak lekang dimakan zaman.

Tidak jarang, kita memang menuntut kesempurnaan. Akibatnya, kita dihadapkan pada kekecewaan. Ujung-ujungnya bahagia semakin menjauh dari diri.

Ketidaksempurnaan itu lumrah. Karena bukankah kesempurnaan hanya milik Sang Pencipta? Wajar dong bila kita tidak sempurna dalam banyak aspek.

Jika kita menuntut kesempurnaan, percayalah kita akan sulit untuk meraih kebahagiaan. Karena kita tidak mungkin bisa mengendalikan peristiwa atau situasi yang ada di hadapan kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah menyikapi semua itu.

Ini tentu berlaku dalam segalanya. Dari aspek mengurus rumah tangga, bisnis atau pekerjaan.

Daripada menuntut kesempurnaan, mengapa kita tidak mensyukuri ketidaksempurnaan menjadi kesempurnaan versi kita? Bukankah cara pandang memengaruhi segalanya?

Kesempurnaan bukan syarat kebahagiaan. Karena bahagia itu tanpa syarat.

Terimalah ketidaksempurnaan dengan ikhlas. Karena dari situ kita menjadi sadar akan kesempurnaan.

Jadi, sudahkah kamu berdamai dengan ketidaksempurnaan?

 

Agung Setiyo Wibowo

Bandung, 16 Juni 2022

 

 

Sumber gambar: tinybuddha.com

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn

Leave a Reply