Menemukan Ghost Writer yang cocok memang gampang-gampang susah. Setuju kah teman-teman?
Ya, seperti menemukan pekerjaan yang cocok atau jodoh yang cocok lah ya. Serupa tapi tak sama.
Saya jadi teringat dengan salah satu klien yang notabene merupakan seorang petinggi BUMN Perbankan. Sebelumnya, ia pernah mencoba 2 Ghost Writer berbeda untuk menuliskan pemikirannya menjadi sebuah buku. Namun menurut beliau, kualitas buku yang dihasilkan tak sesuai dengan harapan. Sehingga, aku orang ketiga yang dipercaya untuk mewujudkannya. Dan ternyata aku berjodoh. Buku beliau berhasil menembus penerbit beken sekelas Elex Media Komputindo tanpa biaya sepeser pun.
Selidik demi selidik, petinggi BUMN tersebut mengaku bahwa dua Ghost Writer kurang mampu menyesuaikan gaya bahasanya dengan bahasa bidang industri atau profesi tersebut. Dengan kata lain, tidak ada kecocokan antara Ghost Writer dengan klien.
Nah, bagaimana cara Menemukan Ghost Writer yang cocok dong? Kan itu ibarat mencari jarum dalam tumpukan sekam bukan?
Pertama, dan mungkin ini yang termudah, baca salah satu buku karya Ghost Writer tersebut. Apakah gaya bahasa yang digunakan kamu sukai? Bagaimana gaya storytelling-nya?
Kedua, amati latar belakangnya. Apa profesi Ghost Writer sebelumnya? Apakah ia jurnalis? Ataukah ia profesional yang pernah menekuni bidang tertentu?
Jika ia seorang jurnalis atau copywriter, pastikan kamu yakin betul mereka adalah penulis yang handal. Karena pengetahuan cepat diperoleh, tapi “penjiwaan” pada topik tertentu belum tentu bukan?
Sebisa mungkin, kamu mendapatkan Ghost Writer yang memiliki pengalaman langsung di bidang yang ingin kamu tulis. Jika memungkinkan loh ya.
Ketiga, ajak ngobrol lebih jauh. Jika kamu berada di kota yang berbeda, ajak Ghost Writer yang kamu bidik untuk bertemu secara virtual via Zoom, Teams atau platform sejenis. Jika kamu tinggal di area yang sama, sebisa mungkin kamu bertemu tatap muka. Tanyakan secara detil mengenai pengalaman, mekanisme kerja, biaya, dan seterusnya.
Nah, itulah 3 tips menemukan Ghost Writer yang cocok versi saya. Apakah kamu tertarik menulis buku dan menerbitkan buku guys?
Pengen nulis buku tapi nggak punya waktu?
Atau udah berusaha nulis tapi berhenti di tengah jalan?
Jika iya, mungkin saatnya kamu mempertimbangkan untuk memakai jasa Ghost Writer. Mereka akan membantu menerjemahkan uneg-unegmu, pemikiranmu, atau gagasanmu menjadi buku yang lacak baca.
Namun, mencari Ghost Writer yang cocok memang gampang-gampang susah. Jika tidak percaya, browsing saja dengan kata kunci tersebut. Kamu akan menemukan seabrek pilihan. Bingung kan? Hehe.
Mungkin banyak teman-teman yang kepo, “Berapa sih tarif Ghost Writer untuk menulis satu buku?”
Jawabannya, tentu variatif ya. Dari yang “recehan” sampai harga premium, teman-teman dengan mudah menemukannya di jagad maya.
Sebagai gambaran, seorang Ghost Writer pemula mematok Rp 5 juta – Rp 10 juta perbuku. Ghost Writer dengan pengalaman tingkat madya, mematok Rp 15 juta – Rp 30 juta. Sementara itu Ghost Writer berkaliber tinggi bisa mematok > Rp 75 juta perbuku.
Itu perbuku loh ya. Ada juga yang perhalaman. Semakin terkenal atau berpengalama seorang Ghost Writer , maka semakin mahal pula biaya yang dikeluarkan.
Nah, pertanyaan saya adalah, “Apakah kamu tertarik menjadi seorang Ghost Writer profesional?”
Atau malah pengen mencari seorang Ghost Writer untuk menulis dan menerbitkan bukumu?
Kamu bisa hubungi aku untuk info lebih lanjut ya.
Prinsip?
“Urip iku nerimo ing pandum”. Begitulah salah satu wejangan masyarakat Jawa yang masih diamini hingga kini.
Dunia bergerak begitu cepat. Semua orang terlihat sibuk. Demi mengejar apa yang disebut dengan sukses.