Saya pernah percaya bahwa semakin sering saya posting di LinkedIn, semakin cepat personal branding saya tumbuh.
Jadi saya menulis setiap hari. Kadang berbagi motivasi. Besoknya tips karier. Lusa membahas kepemimpinan. Minggu depannya curhat soal hidup. Setelah itu membahas AI. Besoknya lagi promosi kelas.
Engagement memang ada. Likes bertambah. Followers naik. Tetapi yang tidak bertambah adalah… …client.
Saya mulai bertanya-tanya. Mengapa ada orang yang posting jauh lebih sedikit, tetapi justru selalu mendapat undangan menjadi pembicara, dipercaya menulis buku untuk CEO, diminta menjadi konsultan perusahaan, bahkan antrean kliennya penuh?
Lalu saya menyadari sesuatu.
Before I knew better, saya mengira LinkedIn adalah panggung untuk menunjukkan betapa pintarnya saya.
Padahal LinkedIn bukan panggung, tapi jalur perjalanan kepercayaan (trust journey).
Dan orang tidak membeli karena Anda pintar. Mereka membeli karena mereka percaya.