Anda tidak perlu memahami LinkedIn untuk sukses di LinkedIn.
Setidaknya, itu yang sering kita yakini — dan itu yang membuat begitu banyak orang berhenti di titik yang sama.
Logikanya sederhana. Bikin profil, posting sesekali, tambah koneksi sebanyak-banyaknya, sesekali tinggalkan komentar, lalu berharap recruiter, klien, atau partner bisnis datang dengan sendirinya. Masalahnya, LinkedIn tidak pernah bekerja sesederhana itu — dan orang-orang yang benar-benar berhasil di sana tahu persis kenapa.
Coba bayangkan LinkedIn sebagai sebuah ruangan networking eksklusif. Semua orang datang membawa kartu nama. Semua ingin dikenal, didengar, dan merasa punya sesuatu yang layak ditawarkan.
Lalu, di tengah keramaian itu, masuklah satu orang yang berbeda. Dia tidak sibuk membagikan kartu nama ke setiap orang yang lewat. Dia justru mendengarkan lebih dulu — mengajukan pertanyaan yang tepat, memberi insight ketika memang dibutuhkan, menyapa orang lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
Ketika orang-orang di ruangan itu akhirnya membutuhkan sesuatu, satu nama yang keluar dari mulut mereka selalu sama, “Coba tanya dia.”