Category: Blog

  • Kebahagiaan yang Tergadaikan

    Bahagia. Inilah yang diidam-idamkan semua anak manusia. Namun, kenapa sebagian besar orang gagal mereguknya.

    Jika kebahagiaan diukur dari harta benda, mengapa banyak taipan hidupnya merana?
    Jika kebahagiaan diukur dari popularitas, mengapa banyak pesohor menggantungkan hidupnya pada narkoba?
    Jika kebahagiaan diukur dari kekuasaan, mengapa banyak pejabat dilempar ke jeruji karena korupsi?
    Kebahagiaan tak pernah hadir untuk orang yang menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Kebahagiaan adalah menerima keadaan saat ini dengan penuh rasa syukur. Menerima bukan berarti pasif tak berdaya, melainkan ikhlas menjalani dengan upaya terbaik. Di saat yang bersamaan tak menghakimi dan berharap.
    Kebahagiaan sejati itu tanpa syarat. Pemulung dan presiden memiliki peluang yang sama. Begitu juga anak-anak dan lansia. Semua individu sudah memiliki segalanya di dalam dirinya untuk bisa berbahagia.
    Apa arti kebahagiaan di matamu?
    Hidup ini terlalu singkat untuk menggadaikan kebahagiaan dengan segala sesuatu di luar dirimu. Sudahkah kamu menyadarinya?
    Agung Setiyo Wibowo
    Jakarta, 24 Februari 2020
  • Drama Corona`

    Corona

    Menghentakkan dunia
    Menggegerkan warga
    Mengguncang kita semua
    Corona
    Masyarakat panik berebut masker
    Hand sanitizer langka
    Orang-orang memborong bahan makanan
    Corona
    Siapapun bisa lemah karenanya
    Menteri, aktor, hingg rakyat jelata
    Corona
    Dunia pariwisata lesu
    Tempat keramaian mulai sepi
    Muncul banyak kota hantu
    Corona
    Sekolah diliburkan
    Kerja dari rumah menjadi tren
    Corona
    Mematikan ribuan nyawa
    Melumpuhkan perekonomian global
    Corona
    Aku pun belajar darinya
    Untuk bersikap pasrah
    Menjalani suratan takdir
    Corona
    Terima kasih telah menjadi pengingat
    Agar kita semua
    Kembali kepada-Nya
    Agung Setiyo Wibowo
    Jakarta, 16 Maret 2020
  • Lakukan Saja

    Tindakan

    Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ini
    Apapun itu, setiap orang memiliki persepsi masing-masing
    Kendati demikian, tindakan mencerminkan diri kita
    Ini membedakan siapa pemenang dan pecundang
    Itu memisahkan orang yang menaburkan  kebajikan dan keburukan
    Tindakan adalah syarat untuk mencapai asa apa saja
    Tindakan adalah biang kesengsaraan, penderitaan, dan kesusahan
    Tindakan adalah kunci kebahagiaan, kesenangan, dan kehormatan
    Bagaimana denganmu
    Sebaik apa tindakanmu?
    Apakah mendekatkan atau menjauhkan mimpimu?
    Apakah membuatmu semakin berdaya atau sebaliknya?
    Teman, hidup hanya sekali
    Hiduplah yang berarti
    Mulailah dari tindakan
    Agung Setiyo Wibowo
    Jakarta, 16 Maret 2020
  • Mengenai Karma

    Karma.

    Apakah kamu percaya karma?
    Jika ya, mengapa? Jika tidak, apa alasannya?
    Aku sendiri percaya karma. Apapun agamamu, sejatinya karma berlaku universal. Apa yang kamu tanam, kelak akan kamu tuai.
    Jika kamu menebar kebaikan, kamu akan memanen kebaikan di kemudian hari. Bila kamu berbuat buruk, kemalangan nanti akan menghampiri.
    Sesederhana itu hukum kehidupan. Sayangnya, dalam praktiknya kita sering lupa. Bahkan, seolah-olah tidak menyadari atau sengaja melupakannya.
    Kita ingin mendapati kebahagiaan, namun dalam hati masih memiliki persyaratan ini itu yang “njlimet”. Kita ingin mendapatkan kesuksesan, tapi seringkali malas bergerak. Dan berderet contoh lainnya.
    Karma.
    Ingatlah selalu prinsip ini, teman.
    Karena Tuhan tidak akan pernah tidur.
    Apa yang kamu tanam, kelak akan kamu panen.
    Agung Setiyo Wibowo
    Jakarta, 17 Maret 2020
  • Sabar, Sabar

    Sabar.

    Apakah kamu termasuk tipe orang yang sabar?
    Sabar adalah sifat yang mulia. Dalam kepercayaan apapun, sabar begitu dianjurkan.
    Katanya, orang sabar disayang Tuhan. Benarkah? Tentu.
    Penyabar dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar. Ia diperlukan oleh siapa saja yang sering hilang kendali diri. Marah, kesal, mengeluh, menggerutu, atau sekedar emosional.
    Menjadi pribadi yang sabar tidaklah mudah. Apalagi kita sekarang hidup di era internet yang mengumbar konsumerisme, mengharuskan kecepatan, dan mengatakan “tidak” dengan kelambatan.
    Namun, dunia tidak selamanya sesuai yang kita inginkan. Harapan tidak senantiasa sesuai realita. Asa tidak selalu terwujud. Keinginan seringkali tidak cepat menjadi kenyataan.
    Manusia tidak bisa mengendalikan sesuatu di luar dirinya. Entah benda, kejadian atau perilaku orang lain. Namun, manusia memiliki kendali untuk menyikapinya.
    Hidup ini sarat dengan ujian. Kesabaran adalah kunci untuk memenangkannya.
    Hidup ini penuh ketidakpastian. Kesabaran adalah resepnya.
    Hidup ini penuh dengan masalah. Sabar adalah panglimanya.
    Sabarmu, sabarku. Setiap orang memang memiliki batas kesabaran masing-masing.
    Sabarmu, sabarku. Tuhan hanya menyuruh kita untuk mengusahakan sebaik mungkin.
    Sabarmu, sabarku. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
    Agung Setiyo Wibowo
    Jakarta, 17 Maret 2020
  • Prinsipmu, Prinsipku

    Apa yang kamu yakini?

    Apa nilai-nilai hidup yang kamu pegang?
    Mengapa kamu melakukan apa yang kamu lakukan?
    Dalam hidup, kita bisa bebas memilih. Kita secara leluasa dapat bersikap, berpikir, berucap, atau bertindak.
    Keputusan apapun yang kamu buat tidak serta-merta ada begitu saja. Segala pilihan hidupmu belasan.
    Semua bermuara pada prinsip. Kompas hidupmu. Panduanmu.
    Lantas, sudahkah kamu yakin dengan prinsip hidupmu? Jika sudah, aku ucapkan selamat. Jika belum, kenali.
    Prinsipmu, prinsipku. Nilai-nilaimu, nilai-nilaiku.
    Orang kuat berprinsip. Orang hebat punya prinsip.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 23 Maret 2020