Category: Blog

  • Yang Terjadi, Biarkan Terjadi

    Yang terjadi, biarkan terjadi

    Itulah prinsipku
    Dalam menjalani rutinitas duniawi
    Masalah silih datang berganti
    Orang-orang datang dan pergi
    Hanya amal kita nan akan abadi
    Jika hidup adalah ujian
    Setiap detik diperhitungka
    Senang susah, tangis tawa
    Hitam putih, manis pahit
    Semua saling melengkapi
    Tak terpisahkan
    Esok belum tentu ada
    Kemarin telah berlalu
    Jadi, hari ini adalah karunia
    Yang perlu disyukuri
    Tak ada guna kecemasan
    Tak ada manfaatnya penyesalan
    Hiduplah untuk saat ini
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 12 Agustus 2021
  • Ujianmu, Ujianku

    “Hidup adalah ujian.”

    Kalimat itu mungkin terdengar begitu klise. Namun toh makna dan relevansinya memang abadi.
    Ya, segala hal yang kita lalui merupakan ujian dari Tuhan. Jika “nilai” kita bagus kita akan mendapatkan “kelas” yang sepadan di akhirat kelak. Sebaliknya, jika nilai kita buruk, neraka akan menanti kita.
    Menyadari demikian, apa yang kita khawatirkan? Hidup ini begitu transparan. Karena apa yang kita tabur, akan kita tuai. Apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita.
    Ujianmu, ujianku. Tidaklah serupa. Karena takdir kita tak pernah sama.
    Ujianmu, ujianku. Cintai takdirmu, reguklah kebahagiaanmu.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 18 Agustus 2021
  • Jalan Hidup

    Takdirku, takdirmu

    Tak kan pernah tertukar
    Nasibku, nasibmu
    Hanya perlu dijalani
    Jika hidup ini adalah ujian
    Maka setiap detik diperhitungkan
    Hidup bukan kompetisi dengan orang lain
    Karena kompetisi sejati adalah dengan diri sendiri
    Hari ini harus lebih baik daripada kemarin
    Hari esok harus lebih oke dibandingkan hari ini
    Ada suka, ada duka
    Ada tangis, ada tawa
    Hidup ini hanya perlu dijalani
    Karena kita adalah penentu nasib sendiri
    Cintai takdirmu
    Nikmati perjalanan hidupmu
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 24 Agustus 2021
  • Seni Menyeimbangkan Diri

    “Life is all about a balance.”

    Ungkapan ini mungkin terdengar sangat klise. Namun toh maknanya tak lekang di makan waktu.
    Yes, setiap orang memiliki ambisi masing-masing. Sayangnya, banyak yang dalam proses mewujudkannya lupa dengan keseimbangan. Akibatnya, mungkin oke banget di satu sisi tapi sisi-sisi lainnya hancur-hancuran.
    Ehmmm, apa guna jika hidupmu demikian? At the end of the day, hidup memang bergantung pilihan.
    Sudahkah kamu mengindentifikasi aspek-aspek yang kamu anggap penting dalam hidup? Sudahkah kamu memetakan indikatornya? Sudahkah kamu memiliki gol yang jelas, peta jalan dan rencana aksi untuk mewujudkannya?
    Kesuksesanmu, ambisimu.
    Kebahagiaanmu, keseimbanganmu.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 27 Agustus 2021
  • Karma

    Karma. Aku begitu percaya dengan kata yang satu ini. Karena apa yang kita tabur, akan kita tuai.

    Sayangnya, kita seringkali lupa dengan hukum karma. Ketika emosi negatif menguasai diri, kita takluk dengan ego. Tatkala hawa nafsu mengalahkan diri, kita bisa begitu egois.
    Apa yang kita lakukan sejatinya akan kembali kepada diri kita. Karena energi hanyalah berubah bentuk.
    So, apa guna gelisah atau galau? Apa manfaatnya jika kita iri dengan apa yang dimiliki orang lain?
    Hidup ini begitu singkat. Ingat karma, ingat hidupmu.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 31 Agustus 2021
  • Rehat

    Dunia bergerak begitu cepatnya

    Semua orang terlihat sibuk, terburu-buru
    Stres menjadi kenyataan saban hari
    Kita hidup laksana mesin
    Rehat …
    Kita butuh ini untuk refleksi diri
    Mengevaluasi yang telah terjadi
    Yang sudah baik, dipertahankan
    Yang kurang baik, ditingkatkan
    Raga bukanlah barang pabrikan
    Tapi ciptaan-Nya yang berakal
    Rehat adalah kebutuhan
    Untuk mengoptimalkan pikiran
    Rehatmu, rehatku
    Luangkan waktu kawan
    Berhentilah sejenak
    Demi masa depan
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 2 September 2021