Ada masa di hidup gue, gue ngerasa stuck. Rasanya kayak lagi jalan di lorong panjang, lampunya remang-remang, dan ujungnya nggak kelihatan. Semua usaha gue buat sukses—kerja keras, networking, ambisi—kayak nggak cukup.
Category: Blog
-
Seni Membangun Networking Buat yang Benci Networking
Bayangin momen ini: Lo lagi ada di sebuah event gede, ballroom hotel mewah, orang-orang pakai jas rapi, name tag menggantung di leher. Semua sibuk salaman, ketawa-ketawa, tukar kartu nama, dan ngobrol ngalor-ngidul. Sementara lo? Berdiri di pojokan, pura-pura sibuk buka HP, doa dalam hati semoga nggak ada yang ngajak ngobrol.
-
Kenapa Sukses Lo Ditentukan Sama 5 Orang Terdekat (dan 150 Koneksi Lainnya)
Honestly, ada masa di hidup gue ketika networking itu kerasa kayak kerja rodi. Setiap kali hadir di acara, gue kayak orang bingung: tangan dingin, mulut kaku, mata cari-cari siapa yang bisa diajak ngobrol. Kadang pulang cuma bawa name card tapi nggak pernah follow up. Bener-bener awkward.
-
7 Rahasia Biar Pernikahan Lo Nggak Cuma Bertahan, Tapi Juga Bahagia – Belajar dari John Gottman
Lo pernah nggak sih ngerasain momen di mana semua orang di sekitar lo kelihatan happy sama pasangan masing-masing, tapi lo sendiri ngerasa kok hubungan gue malah makin hambar?