Rezeki yang Diacuhkan

Rezeki. Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ini? Aku tak berhak menghakimi pendapatmu. Yang kuyakini, rezeki bukan hanya perihal uang. Waktu luang adalah rezeki. Anak adalah rezeki. Kesehatan adalah rezeki. Pekerjaan yang memberdayakan adalah rezeki. Nasabah yang loyal […]

Read More »

Persembahan Tertinggi

Hidup adalah persembahan. Bekerja, berumah tangga, & bersosial semuanya adalah “sesaji” untuk-Nya. Bukan karena dorongan ego, tekanan eksternal atau semata-mata demi manusia. Andaikata kita menyadari fitrah itu, tiada keluh kesah. Bila kita memahaminya, tiada resah. Pun tak ada ketakutan dan […]

Read More »

Berkah dan Kutukan

Netral. Itulah kata yang kuucapkan ketika memandang segala sesuatu. Ya, begitulah hidup. Segala peristiwa yang hadir pada diri kita sesungguhnya bersifat netral. Kitalah yang menghakimi, menilainya. Namun, bukan berarti kita seenaknya sendiri. Kita semestinya memakai nalar dan hati secara berimbang […]

Read More »

Menihilkan Ekspektasi

Ekspektasi. Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata itu? Menghubungkannya dengan mimpi, sasaran atau target? Yang pasti, ekspektasi bisa menjadi sahabat untuk berprestasi jika dirimu pandai mengelolanya. Karena jika sebaliknya justru membawamu pada petaka. Pernahkah kamu merasa kecewa? Bukankan […]

Read More »

Memilih Gaya Hidup

Gaya hidup. Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ini? Siapapun kamu, gaya hidup adalah identitasmu. Itu menggambarkan nilai-nilai yang kamu yakini. Ada orang penghasilannya relatif rendah tapi hidupnya bahagia. Sebaliknya, banyak orang kaya hidupnya tetap sengsara karena tidak […]

Read More »

Cermin Diri

Cermin. Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata ini? Mungkin kamu langsung teringat momen berdandan. Barangkali kamu menghubungkannya dengan kaca. Atau bisa jadi yang lainnya? Dalam hidup, segala masalah yang kita hadapi adalah cerminan diri. Pacar yang perhatian adalah […]

Read More »
error: Content is protected !!