Aku mau mulai dengan jujur: dulu aku sering merasa “ada yang salah” dalam diriku. Aku nggak bisa tidur nyenyak, kadang panik tanpa tahu kenapa, atau emosinya meledak-leduk ketika hal kecil terjadi. Tapi ketika aku bilang ke orang “Aku trauma,” rasanya… berat. Seakan-akan aku mengakui bahwa yang lain lebih “normal”, dan aku ini rusak.
Category: Blog
-
Masih Worth Itkah Menulis Buku di Tengah Gempuran Media Sosial?
Pernahkah Anda berhenti sejenak di tengah hiruk-pikuk media sosial dan bertanya:
“Apakah menulis buku masih relevan di zaman serba cepat ini?”
Pertanyaan ini sering datang dari para tokoh publik, pejabat, pengusaha, dan influencer yang saya temui. Mereka punya nama besar, punya jutaan pengikut, tapi… di satu titik merasa kosong.
-
Kenapa Otak Kita Didesain Buat Nangkep Narasi, Bukan Fakta Kaku
Gue pernah ada di fase hidup yang rasanya datar-datar aja. Punya pekerjaan oke, circle pertemanan juga asik, tapi entah kenapa kayak kosong. Tiap hari kerja, makan, nongkrong, tidur—ulang lagi. Gue tanya ke diri sendiri: “Ini doang? Masa hidup cuma checklist kegiatan tanpa makna?”
-
Platform Bukan Cuma Buat Artis: Cara Biar Lo Didengar di Dunia yang Bising
Banyak orang masih percaya sama mitos klasik ini: “Kalau lo kerja keras, pasti sukses. Orang pasti akan notice.”
Sounds familiar kan? -
Kenapa Lo Gagal Dapat Atensi? Wejangan Gary Vaynerchuk Ini Mungkin Jawabannya
Gue pernah ngalamin momen absurd: upload konten, kasih caption keren, pake hashtag rame-rame, tapi hasilnya… sepi. Literally nggak ada yang engage, kayak ngomong sendiri di ruangan kosong. Padahal effort udah segila itu. Pernah ngerasain juga nggak?
-
Menemukan Ghostwriter Itu Gampang-Gampang Susah: Tips agar Tidak Seperti Membeli Kucing dalam Karung
Bayangkan Anda sudah menabung puluhan juta untuk mewujudkan mimpi: menulis buku atas nama Anda sendiri. Draft kasar sudah ada, ide-ide bertebaran di kepala, semangat berkobar. Lalu, Anda memutuskan untuk mencari ghostwriter yang bisa membantu.