Apa yang kamu cari?
Author: Agung Wibowo
-
Bayang-Bayang Kepalsuan
Kata ini menjadi pengingat terbaik bagiku ketika “mental block” kambuh. Aku selalu menyadarinya sepenuh hati. Meresapinya dalam-dalam.Manusia memang sering kali lupa. Bahkan mungkin telah mengabaikan hakikat keberadaan diri mereka di dunia. Akibatnya, seolah-olah kita menjadi orang paling sengsara manakala apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan.Dalam hidup, ujian ada di mana-mana. Ada begitu banyak kejadian, benda dan orang yang menguji “panggilan” kita. Jadi, jika kita khilaf dengannya kemungkinan besar kita akan terjerumus pada kekecewaan, kemarahan, ketakutan, kehampaan, penyesalan, kegalauan dan seterusnya.Selama ini mayoritas orang mengejar bayang-bayang yang melenakan. Harta, tahta, ketenaran dan mungkin masih banyak lagi. Semakin kita kejar, sejatinya mereka menjauh. Karena sesungguhnya mereka tidak esensial dalam mendukung apa yang disebut dengan kebahagiaan. Itu hanyalah permainan.Bayang-bayang memang penuh kepalsuan. Jika kita tidak peka, seumur hidup hati kita tidak akan pernah damai. Jiwa tidak tenang.Lantas, bagaimana seharusnya? Saatnya kita “jalan-jalan” ke dalam diri sendiri. Karena di sanalah kita dan Tuhan sejatinya menyatu.Kebahagiaan ada di dalam diri kita. Kita hanya perlu lebih peka mengenal jati diri. Jadi, semakin kita gali ke dalam; semakin terlihat kejernihan dalam memandang hidup.Bayang-bayang kepalsuan. Kebahagiaan semu. Melenakan. Memabukkan. Menjauhkan dirimu dari hakikat hidup. Sudahlah kamu menyadarinya? -
Relativitas
“Setiap orang adalah spesial”.
Pernahkah kamu mendengar mantra yang satu ini? Kalau saya sih sering. Katakanlah kamu pun demikian. Apa reaksimu?Dulu aku mengamininya. Namun, seiring bertambahnya umur sebaliknya. Apa apa pasal?Jika setiap orang adalah spesial, itu bukankah berarti tak ada yang spesial? Semua orang adalah rerata?Saya tidak ingin memprovokasimu. Saya hanya ingin mengatakan bahwa spesial atau tidaknya bersifat relatif.Yang saya yakini, setiap orang memang unik. Dewata telah memberikan karunia potensi yang berbeda-beda. Dus, kembali pada pola pikirmu.Apakah kamu merasa unik?Apakah kamu bersikap sebagai orang yang spesial?Apa perbedaan yang ingin kamu persembahkan untuk dunia?Itu semua terserah kamu. Kamu boleh berlagak bebas. Kamu bisa berperilaku sesuka hati. Namun, pada akhirnya orang lain bebas mempersepsikannya.Tabik,Agung Setiyo WibowoDepok, 2 Januari 2020 -
Obat Segala Masalah
Bahagia.
Setiap orang mendambakannya.Namun, mengapa itu sulit terwujud?Apa yang salah dengan diri kita?Buktinya banyak jutawan depresi. Tak terhitung berapa pesohor dunia bunuh diri. Tak sedikit pemimpin segala tingkat yang berakhir di balik jejuri.Yang salah tentu diri kita. Yang menuhankan dunia. Yang menggantungkan kebahagiaannya dari luar diri.Benda, orang, dan peristiwa mungkin bisa membawamu pada suka atau duka. Namun, sejatinya itu semua bersifat netral.Kamulah yang menghakimi. Kamulah yang menciptakan. Kamulah yang meniadakan apa yang disebut dengan bahagia.Selama nafasmu masih dikandung badan, masalah akan terus ada. Hanya oranh mati yang absen dari masalah. Jika masalah kamu jadikan alasan untuk tidak berbahagia, kamu salah besar!Kamu hanya perlu tahu obat dari segala masalah. Apa itu? Tak lain adalah syukur.Syukur berarti menerima dengan ikhas semua takdir baik dan buruk. Syukur artinya berterima kasih dengan segala ujian yang mengiringi kita.Sudahkah kamu bersyukur hari ini?Tabik.Agung Setiyo WibowoPasar Minggu, 2 Januari 2020 -
Mendobrak Batas: Strategi Kuliah Minim Biaya Dari Orang Tua
Kuliah memang bukan satu-satunya faktor yang menjamin kesuksesan seseorang. Namun, kuliah ialah salah satu jalan terbaik untuk mengubah nasib.
Perguruan tinggi ibarat kawah candradimuka untuk menaikkan “derajat”. Baik dalam perspektif sosial, finansial, politik atau yang lainnya.
Memang benar, banyak pengusaha sukses yang tidak menamatkan pendidikan tingginya. Sebut saja Steve Jobs (Apple), Michael Dell (Dell Technologies), Bill Gates (Microsoft), Mark Zuckerberg (Facebook), Larry Ellison (Oracle) dan seterusnya. Namun kalau boleh jujur, ada lebih banyak orang sukses di semua bidang yang pernah merasakan bangku kuliah – terlepas mau menyelesaikannya atau keluar di tengah jalan.
Sayangnya, biaya pendidikan tinggi tidak mudah. Sehingga, setiap tahunnya jutaan anak Indonesia mengubur mimpinya untuk menikmati perkuliahan.
Buku ini hadir untuk memotivasi pembaca agar tidak cepat menyerah dalam memperjuangkan pendidikan tinggi. Yaitu dengan memaparkan berderet strategi kuliah tanpa membebani orang tua. Mulai dari beasiswa, bekerja dulu – kuliah kemudian, kuliah sambil kerja, pinjaman pendidikan dan sekolah kedinasan.
Apa Yang Dibahas Dalam Buku Ini?
- 31 Kisah Pejuang Diploma dan Sarjana Dari Sabang sampai Merauke
- Jurus Meraih Beasiswa Penuh dan Parsial Dari Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi, Individu, dan Swasta
- Tips Bekerja Lepas (dan Paruh Waktu) Sambil Kuliah
- Rahasia Memilih Pinjaman Dana Pendidikan
- Trik Menembus Sekolah Kedinasan
Keunggulan Naskah
- Menguraikan 5 strategi kuliah tanpa (atau minim) biaya orang tua yaitu beasiswa, pinjaman lunak, kerja sambil kuliah, kerja dulu-kuliah kemudian dan sekolah kedinasan. Karena selama ini buku yang ada di pasaran hanya fokus pada inspirasi beasiswa.
- Memberikan motivasi kepada para lulusan SMA/sederajat untuk melanjutkan pendidikan Diploma dan Sarjana. Karena selama ini kebanyakan buku yang ada di pasaran fokus pada inspirasi mengejar S2 di luar negeri.
- Menampilkan 31 profil para pejuang ilmu lintas jurusan, angkatan, dan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia yang pernah kuliah tanpa (atau minim) biaya orang tua
Testimoni
“Pendidikan ialah hak semua anak bangsa. Namun, kita tidak serta-merta tanggungjawab dibebankan oleh pemerintah karena keterbatasan sumber daya. Buku ini menyadarkan kita untuk turut melunasi salah satu janji kemerdekaan.”
Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta
“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini asalkan kita yakin dengan pertolongan Allah dan tujuan kita. Dobraklah batasmu hingga kamu tahu betapa luar biasanya potensi dalam diri. Semua pasti bisa kuliah.”
Penerima Beasiswa LPDP & Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pangan University of Massachusetts (UMASS) Amherst, Amerika Serikat
“Buku ini tidak mengajak kita untuk mengabaikan tetapi untuk memahami dan menyiasati batas. Bahwa hidup manusia memang ada keterbatasannya tetapi itu bukan alasan untuk berhenti dan menyerah. Buku ini mengajak para mutiara bangsa untuk melampaui batas itu dengan cara yang kreatif dan menginspirasi.”
I Made Andi Arsana, PhD
Head, Office of International Affairs Universitas Gadjah Mada“Seperti yang mereka katakan, bakat didistribusikan secara merata, tetapi kesempatan tidak. Banyak anak muda Indonesia yang cemerlang tidak memiliki kesempatan untuk berkembang karena kurangnya akses informasi dan dukungan keuangan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Sejak 2010, melalui pengembangannya di KampusGw.com dan banyak buku lainnya serta ceramah, Agung telah memberikan inspirasi dan motivasi kepada generasi muda untuk mengatasi hambatan dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Dari cara mendapatkan beasiswa, bekerja sambil kuliah, memilih jurusan, pengembangan diri hingga manajemen karier. Buku ini memberikan informasi dan inspirasi yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang membutuhkannya, dan yang paling diuntungkan darinya.”
Pendiri dan mantan Direktur Eksekutif UN Principles for Responsible Investment (UNPRI)
Senior Fellow University of Zurich
“Menurut saya #MendobrakBatas merupakan buku pedoman terlengkap yang mengenai strategi melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tanpa merepotkan atau membebani biaya orang tua. Harus dibaca, dituturkan kembali dan disebarluaskan kepada para calon pejuang penimba ilmu.”
Founder BSI Group
-
Tentang Transisi
Jalan-jalan ke KotamubaguSambil mengenalkan produk kamuManfaatkan masa mudamu
Sebelum datang masa tuamuBelanja manisan di Kota MalangLalu berwisata ke BanyuwangiWaktu yang berlalu takkan terulangMemori yang terlewati tak kembali lagi -
Demi Waktu
Waktu. Kadang-kadang disebut masa. Baru-baru ini — khususnya sejak menikah dan memiliki keturunan – saya makin menyadari bahwa waktu merupakan aset paling berharga dalam hidup.Kita mungkin bisa kehilangan uang. Entah karena bisnis bangkrut, ditipu orang, atau lantaran berbagai musibah lainnya. Namun, jika uang nihil dalam genggaman; kita masih bisa mengejarnya untuk kembali bahkan meningkatkan nilainya.Lalu, bagaimana dengan waktu?Sayangnya, waktu tak bisa diputar ulang seperti video. Hari yang telah kita lewati tak mungkin kita “perbaiki”. Yang bisa kita lakukan adalah memanfaatkan “sisa” waktu yang kita sendiri tidak pernah tahu berapa lama.Kabar baiknya. Tuhan begitu adil. Kita semua mendapatkan 24 jam perhari. Tidak lebih, tidak kurang. Meskipun di sisi lain kita tak pernah tahu berapa jatah waktu hidup di dunia.Ya, kematian memang misteri. Kita tak mungkin bisa mempercepat kedatangannya. Kita pun tak pernah bisa meminta penundaan.Jika sudah begini, apa yang masih kita banggakan?Waktu memang benar-benar tak terbeli. Sekali ia berlalu, ia tak pernah bisa kembali.Waktu adalah saksi yang hakiki. Tentang bagaimana hidup kita isi.Waktuku, waktumu, waktu kita. Semuanya telah tertulis dalam suratan takdir-Nya.Demi waktu. Demi masa.Agung Setiyo WibowoMega Kuningan, 5 September 2019
