Ketika aku masih di bangku sekolah, aku begitu naif. Aku merasa begitu “berbeda” dengan kebanyakan teman-teman sebayaku.
Perbedaan itu bak pisau bermata dua. Di sisi positifnya, aku semakin berusaha menonjolkan perbedaan itu. Aku mati-matian menjadi “Bintang Kelas” dan menjuarai berderet perlombaan yang membanggakan banyak pihak. Di sisi negatifnya, bukannya aku berusaha untuk “melebur”, berempati atau bergaul agar “diterima” mereka, aku justru menyendiri. Aku jarang sekali mengikuti apa yang mereka lakukan. Hal itulah yang membuat aku mendapatkan begitu banyak perundungan.
Ketika duduk di bangku kuliah, aku baru tahu kalau aku memiliki perbedaan minat dan hobi dari mayoritas teman-teman sebayaku. Aku menganggap apa yang mereka lakukan itu tidak penting, tidak asyik, tidak worth to do. Jadi, aku tidak berusaha memasuki “dunia” mereka. Aku yakin mereka juga berpikir sebaliknya.
Beranjak di masa kerja, pola itu terjadi lagi. Aku begitu asyik dengan duniaku sendiri. Aku ekstra fokus untuk menekuni satu hal. Namun, aku benar-benar cuek, tidak mau tahu-menahu, atau sama sekali tidak tertarik bidang lainnya. Aku terjebak dengan jargon menjadi “Spesialis”. Padahal, di sisi lain di kemudian hari aku merasa berada di zona nyaman yang membuatku tidak berkembang.
Tatkala memasuki rumah tangga, aku lagi-lagi mendapati hal serupa. Ternyata apa yang kukejar sama sekali berbeda dengan kebanyakan orang – bahkan dengan orang terdekatku.
Apakah itu salah?
Tidak ada yang salah. Aku hanya ingin mengatakan bahwa setiap orang memiliki gol masing-masing. Dan itu sah-sah saja karena setiap pribadi itu unik.
Tidak ada benar dan salah. Tidak ada yang lebih atau kurang. Setiap orang berusaha mendapatkan apa yang membuat mereka penting, berharga, puas, senang, bahagia, atau tenteram. Entah itu wujudnya uang, popularitas, kekuasaan, sosial, kesehatan, keluarga, waktu, atau apapun itu namanya.
Menyadari apa yang benar-benar kita cari dalam hidup membuat kita menemukan siapa diri kita sebenarnya. Dan itulah kunci kebahagiaan. Berusaha memenuhi apa yang menurut kita penting adalah esensi dari cinta. Karena bukankah cinta itu pengorbanan?
So, apa yang Anda cari?
Sawangan, 14 Mei 2024
Leave a Reply