Pernahkah Anda membayangkan satu hal yang cukup mengganggu?
Jika suatu hari seluruh akun media sosial Anda hilang, seluruh postingan Anda lenyap, algoritma tidak lagi mengenali nama Anda, dan semua konten yang selama ini Anda bangun tidak dapat ditemukan—apa yang tersisa dari 10, 20, atau bahkan 30 tahun pengalaman Anda?
Pertanyaan ini mungkin terdengar berlebihan. Namun bagi seorang leader, public figure, consultant, entrepreneur, atau profesional yang hidup dari pengalaman dan keahliannya, pertanyaan tersebut layak direnungkan.
Sebab ada perbedaan besar antara memiliki pengalaman dan meninggalkan warisan pemikiran dari pengalaman tersebut.
Bayangkan seorang chef yang selama 30 tahun memasak dengan resep-resep luar biasa. Ribuan orang pernah menikmati masakannya. Banyak yang mengaguminya. Tetapi seluruh resep itu hanya tersimpan di kepalanya. Ketika ia berhenti memasak, sebagian besar pengetahuannya ikut berhenti.
Sekarang bayangkan chef yang sama menulis sebuah buku. Resepnya dapat dipelajari. Pengalamannya dapat diwariskan. Cara berpikirnya dapat diteruskan. Namanya dapat ditemukan bertahun-tahun kemudian.