Category: Blog

  • Rehat

    Dunia bergerak begitu cepatnya

    Semua orang terlihat sibuk, terburu-buru
    Stres menjadi kenyataan saban hari
    Kita hidup laksana mesin
    Rehat …
    Kita butuh ini untuk refleksi diri
    Mengevaluasi yang telah terjadi
    Yang sudah baik, dipertahankan
    Yang kurang baik, ditingkatkan
    Raga bukanlah barang pabrikan
    Tapi ciptaan-Nya yang berakal
    Rehat adalah kebutuhan
    Untuk mengoptimalkan pikiran
    Rehatmu, rehatku
    Luangkan waktu kawan
    Berhentilah sejenak
    Demi masa depan
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 2 September 2021
  • Hawa Nafsu yang Memperbudak

    Manusia pada dasarnya rakus. Secara naluriah ingin menang sendiri, merasa paling benar, dan tidak puas dengan apa yang dimiliki. Itu semua bermuara pada hawa nafsu. Jika kamu bisa mengendalikannya, kamu adalah orang terhebat. Jika kamu takluk; kamu adalah orang yang paling rugi.

    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 30 Oktober 2021
  • Perjalanan Misteris

    Hidup ini adalah tentang perjalanan. Lebih tepatnya perjalanan misterius. Setuju?

    Aku katakan misterius karena ketidakpastian adalah kepastian itu sendiri. Banyak kejutan di sepanjang jalan. Banyak cerita di setiap masanya.
    Karena bersifat misteri, yang kita perlukan adalah keberanian untuk menyingkapnya. Untuk memenuhi keingintahuan yang tiada henti.
    Hidup adalah anugerah yang perlu kita jalani dengan sepenuh hati. Karena waktu yang berlalu tiada pernah kembali.
    Misteri menawarkan kebahagiaan bagi siala saja yang tak berekspektasi. Karena ekspektasimu hanya berakhir dengan kekecewaan. Tapi ketulusanmu dalam menjalaninya berbuah ketenteraman.
    Hidupmu, misterimu. Pecahkanlah.
    Hidupmu, perjalananmu. Nikmatilah.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 20 September 2021
  • Naik Kelas

    “Hore, aku naik kelas!”

    Kalimat itu begitu klise terdengar tatkala masa kenaikan kelas tiba. Khususnya di periode SD.
    Ya, anak kecil memang begitu. Polos. Belum kenal pencitraan. Belum mengerti makna sesungguhnya di alam kehidupan.
    “Naik kelas” adalah impian semua pelajar. Karena mana mungkin ada siswa yang ingin “tinggal di kelas” alias jalan di tempat?
    Dalam hidup, naik kelas sering terlupakan. Padahal, semua orang punya mimpi tapi tak bisa mengukur progress-nya. Nah, naik kelas di mataku adalah pertanda kemajuan. Milestone yang tak ada ujungnya.
    So, naik kelas adalah sebuah keniscayaan. Bagi orang-orang yang bervisi dan bermisi. Mereka yang memiliki gol kuat dan ambisi membara.
    Sudahkah kamu naik kelas hari ini? Setinggi apa kelas yang ingin kamu capai? Selamat berpetualang.
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 21 September 2021
  • Keluar dari Zona Nyaman

    Zona nyaman. Begitulah banyak orang menyebutnya.

    Kata banyak orang, kita perlu keluar dari zona nyaman untuk melejitkan potensi terbaik. Suatu hal yang aku yakini sampai sekarang.
    Zona nyaman membuat kita lengah. Karena kita enggan belajar hal baru. Lantaran kita ter-ninabobok-kan dengan rutinitas.
    Keluar zona nyaman mendorong kita untuk mengetahui batas diri sendiri. Mengejar hal-hal yang awalnya kita pikir mustahil menjadi mungkin.
    Keluar zona nyaman adalah keniscayaan di abad informasi. Karena pribadi pembelajar adalah pemenang di tengah ketidakpastian ini.
    Terus-menerus mengembangkan diri adalah kunci. Dan keluar dari zona nyaman adalah dasarnya.
    Sudahkah kamu keluar dari zona nyaman hari ini?
    Agung Setiyo Wibowo
    Depok, 28 September 2021
  • Kematian yang Menginspirasi

    Mati.
    Meninggal dunia.
    Tewas.
    Tutup usia.
    Wafat.
    Beberapa kata di atas begitu terasa menyedihkan bagi sebagian orang. Juga mengerikan bagi sebagian yang lainnya. Namun, ada juga orang yang terinspirasi darinya.
    Ya, kematian memang akhir dari kehidupan di dunia ini. Oleh karena itulah, tidak sedikit orang yang termotivasi untuk memanfaatkan setiap detik waktunya kebaikan.
    Tak mengherankan ungkapan “berkaryalah untuk duniamu, seakan-akan kamu hidup selamanya, berkaryalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu esok tiada.” Bagiku, kematian menjadi pengingat bahwa kita semestinya tidak menyia-nyiakan hidup ini. Karena waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.
    Dengan mengingat mati, kita terdorong untuk memprioritaskan hal-hal yang esensial. Kita bisa tersadarkan mana aktivitas yang mendatangkan keburukan, dan mana yang bisa menebarkan manfaat bagi orang lain.
    Kematian memang misteri. Tidak bisa dipercepat, tidak bisa diperlambat. Karena akan datang di saat yang tepat sesuai dengan ketentuan-Nya.
    Jadi, sudahkah kamu menyiapkan kematianmu? Seberapa bernilai bekal yang sudah kamu miliki?
    Depok, 8 Oktober 2021
    Agung Setiyo Wibowo