Aku pernah—dan mungkin kamu juga—merasa stuck.
Di pagi hari, aku bangun, buka ponsel, lalu geser feeds: teman tampak sukses, kolega naik jabatan, konten motivasi penuh energi. Tapi di balik semua itu, aku merasa hampa.
Kadang aku bertanya ke diri sendiri: “Sudahkah aku benar-benar bahagia? Atau hanya tampak bahagia?”
Author: Agung Wibowo
-
Ternyata Bahagia Aja Nggak Cukup
-
Bukan Karena Kamu Gagal, Tapi Karena Belum 10.000 Jam
Gue pernah di titik di mana semua usaha rasanya sia-sia.
Bangun pagi, kerja sampai larut, tapi hasilnya? Masih jauh dari ekspektasi.
Sementara orang lain—yang kayaknya santai aja—malah melesat jauh.
Pernah kan lo ngerasa kayak gitu juga? -
Anda Konsultan atau Tokoh Publik? Inilah Alasan Kuat Mengapa Anda Perlu Memiliki Buku Sendiri
Bayangkan sebuah momen sederhana.
Nama Anda disebut dalam sebuah forum bisnis, seminar nasional, atau wawancara media.
Seseorang berkata dengan yakin, “Seperti yang dijelaskan dalam bukunya Bapak/Ibu….” -
Bukan Tentang Seberapa Lama Kamu Kerja, Tapi Seberapa Dalam Kamu Menyelam
Gue masih inget banget momen itu.
Sore yang harusnya tenang malah berakhir dengan overthinking parah. Laptop kebuka, 14 tab Chrome nyala, notifikasi Slack kedip terus, dan tangan gue sibuk… bukan ngetik, tapi gonta-ganti tab biar terasa sibuk. -
Melepaskan Itu Bukan Kalah, Tapi Cara Baru Menang
Pernah nggak kamu merasa: “Aku sudah kerja keras, sudah pantang menyerah, tapi kok ya masih begini-begini saja?”
Atau pernah punya keyakinan: “Kalau aku bisa kontrol pikiran & emosiku, maka hidupku aman dan bahagia”? -
Kenapa Kamu Harus Berani Nolak Klien (Supaya Brand-mu Naik Level)
“Tapi aku sudah nyerah aja deh.”
Itulah kalimat terakhir yang nyaris keluar dari mulutku malam itu — setelah proposal ditolak satu-satu, deadline mengejar dari belakang, tagihan menumpuk. Di titik itu, aku berpikir: “Apakah ini semua cuma mimpi sih? Apa aku enggak punya harga diri?”Di tengah keputusasaan itu, aku buka buku Badass Your Brand oleh Pia Silva. Dan deg-degan, pelan-pelan, ibarat diberikan senter di ruang gelap, aku mulai melihat jalan keluar yang selama ini tak kupercaya bisa ada.