Author: Agung Wibowo

  • Babak Baru

    Buah nangka, buah rambutan

    Buah pepaya, buah mangga

    Hidup sesungguhnya dimulai dari pernikahan

    Menyempurnakan separuh agama

     

    Makan soto di Surakarta

    Bersama istri, adik, dan mertua

    Perkawinan memang tidak menjamin setiap orang bahagia

    Tapi mendorong setiap orang untuk ingat kepada-Nya

     

    Lari pagi bersama istri

    Lantas masak juga berdua

    Sesama saudara dilarang membenci

    Bertegur sapa wajib hukumnya

     

    Jalan-jalan ke Karanganyar

    Tidak lupa mampir ke Tawangmangu

    Ayolah semua bermimpi besar

    Menyambut babak kehidupan yang baru

     

    Buahnya pernikahan bernama keturunan

    Perekat ikatan perkawinan

    Saling menghargai menjadi keharusan

    Agar keharmonisan rumah tangga menjadi kenyataan

     

    Kramat, 9 November 2018

  • Melihat Ke Bawah

    Sejak belia, kita mungkin sudah terprogram untuk bermimpi besar, mematok target setinggi mungkin, dan menjadi yang terbaik. Tak mengherankan, hari demi hari kita berjalan di atas rel untuk mengejar apa yang dinamakan kesuksesan.
    Seiring berjalannya waktu, kita tersadarkan juga. Bahwa keinginan manusia tak ada batasnya. Sehebat apapun pencapaian, kita sering kali merasa kurang, kurang, dan kurang.

    Kita mudah sekali tergiring opini. Bahwa untuk mencapai titik tertentu kita harus memiliki tolok ukur yang wow. Tak mengerankan, entah disadari atau tidak, kita selalu membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain – khususnya dengan siapapun yang berada “di atas” kita.

    Belum lama ini saya menikmati jogging pagi. Rutenya anti-arusutama yaitu pinggiran rel kereta api di bilangan Senen, Jakarta Pusat yang menurut orang banyak lekat dengan kumuh, padat penduduk, dan kurang aman.

    Dan benar saja, persepsi sebagian orang tidak keliru. Langkah kaki saya yang gontai dibuat tercengang oleh banyaknya orang jompo, anak kecil, remaja, hingga pria maupun wanita paruh baya yang hidup memprihatinkan. Hidup berdempetan di gang-gang kecil yang “dihiasi” dengan kardus, tempat sampah, kucing, monyet, dan gubuk.

    Tidak terhenti di situ. Saya dibuat terenyuh dengan banyaknya rumah petak berukuran sangat kecil. Sehingga, bisa terlihat betapa pengapnya ruangan. Berjejalan manusianya.

    Ini berbeda dengan rute jalan santai selama ini di kawasan yang katanya elit. Sebut saja GBK Senayan, Mega Kuningan, Lapangan Monas, Kebun Binatang Ragunan, dan Kawasan Rasuna.

    Selepas lari, saya pun merasa malu. Bahwasannya selama ini menghabiskan waktu dengan mengeluh atau tidak percaya diri karena merasa “kurang” dan “remah-remah”.

    Saya seperti “ditampar” oleh Tuhan. Untuk mulai juga memandang ke bawah – bukan hanya ke atas.

    Pada akhirnya, saya diingatkan oleh Semesta untuk hidup seimbang. Melihat ke atas boleh untuk memacu motivasi bekerja keras. Melihat ke bawah tidak ada salahnya untuk menempa rasa syukur.

    Hidup itu sederhana saja sebenarnya. Terkadang kita tidak perlu liburan keliling dunia, membeli barang dengan merek ternama, menanamkan modal tanpa batas, atau memiliki jabatan paling mentereng untuk bahagia. Kita hanya perlu menerima diri kita apa adanya – tanpa menghakimi. Cukup dengan bersyukur. Hidup di saat ini, di mana pun tempatnya.

    Kramat, 27 Oktober 2018

  • Tentang Hidup

     Ada takdir, ada nasib

    Kadang menerima, kadang memberi

    Siapa tidak kenal Ali Bin Abi Thalib

    Paman Nabi yang baik hati

     

    Beli bunga di Cipanas

    Menginap semalam di Cianjur

    Janganlah adik suka memelas

    Jika ingin bernasib mujur

     

    Tekuni hobi, geluti kerja

    Jangan lupa hidup bahagia

    Hidup di dunia begitu singkatnya

    Janganlah sia-siakan begitu saja

     

    Seminggu berlibur ke Pulau Bali

    Dengan membawa anak dan istri

    Oh indahnya itu pelangi

    Mensyukuri nikmat Tuhan yang tak terperi

     

    Katakan Horas ketika di Medan

    Sampaikan Assalamu’alaikum di Banyuwangi

    Jangan sia-siakan kesempatan

    Karena konon tidak datang dua kali

     

    Mega Kuningan, 24 Oktober 2018

  • Tentang Syukur  

     

    Jalan-jalan ke Madiun

    Mampir belanja ke Caruban

    Apa maksud Anda tertegun

    Merenungkan kehahagiaan

     

    Syukur itu kunci bahagia

    Keikhlasan pondasinya

    Apa guna berfoya-foya

    Merugi sekali jiwa dan raga

     

    Sate Madura di Pasaraya

    Es Cendolnya dari Banjarnegara

    Siapa mau hidup bahagia

    Syukur itu kata kuncinya

     

    Rame-rame ke Pekanbaru

    Lanjut menyeberang ke Singapura

    Ayolah wujudkan hidup yang baru

    Bermanfaat banyak untuk sesama

     

    Berwisata ke Kota Kupang

    Mampir sepekan ke Pulau Sumba

    Hati siapa tidaklah girang

    Hidup bahagia bersama keluarga

     

    Mega Kuningan, 23 Oktober 2018

  • Tentang Kesehatan  

     

    Beli tomat di Pasar Kramat

    Tidak lupa ditemani sahabat

    Saya dan Anda berbadan sehat

    Jika memiliki kebulatan tekad dan keinginan kuat

     

    Apa guna uang segunung

    Jika sembahyang terlupakan

    Apa manfaat tuan merenung

    Jika Tuhan diabaikan

     

    Beli rambutan di pasar rakyat

    Ditemani anak kesayangan

    Apabila Anda ingin hidup yang nikmat

    Utamakan kesehatan

     

    Berburu apel di Kota Batu

    Mampir belanja ke Kota Malang

    Seimbangkan karir dan ibadahmu

    Demi kebahagiaan sekarang dan yang akan datang

     

    Laris-manis dagangan nyonya

    Berkat doa yatim-piatu

    Aduh bahagianya kita semua

    Jika membantu orang lain untuk maju

     

    Mega Kuningan, 22 Oktober 2018

  • Tentang Kesejahteraan

    Jalan-jalan ke Magetan

    Mampir sebentar ke Sarangan

    Jika Anda mendambakan kesehatan

    Cukupkan makanan dan minuman

     

    Paramadina ada di mana

    Adanya di Jakarta

    Jika tuan mau bahagia

    Bersyukur adalah kuncinya

     

    Transit sebentar ke Surabaya

    Lalu bertolak ke Banyuwangi

    Ayo kawan-kawanku semua

    Siapkan bekal sebelum mati

     

    Plesiran seminggu ke Singapura

    Tidak lupa membeli kaos

    Kalau nyonya ingin sejahtera

    Janganlah pelihara gaya hidup yang boros

     

    Membeli Batik di Surakarta

    Dilanjutkan ke Tawamangmangu

    Apakah Anda ingin kaya

    Rajinlah membantu sesamamu

     

    Kawasan Antar Bangsa Mega Kuningan, 19 Oktober 2018