Pernah tidak Anda mengalami ini?
Anda selesai menulis buku berbulan-bulan—bahkan mungkin bertahun-tahun. Naskahnya sudah ratusan halaman. Anda membayangkan suatu hari buku itu terpajang di rak toko buku besar, berdampingan dengan karya penulis favorit Anda.
Lalu Anda kirim naskahnya ke penerbit.
Beberapa minggu berlalu.
Tidak ada kabar.
Atau lebih menyakitkan lagi: Anda mendapat balasan singkat.
“Terima kasih atas kiriman naskahnya, namun saat ini kami belum dapat menerbitkannya.”
Dan saat membaca email itu, muncul satu pertanyaan besar di kepala:
“Apa naskah saya seburuk itu?”
Jawabannya sering kali: tidak.
Banyak naskah sebenarnya cukup bagus, bahkan kadang sangat bagus.
Namun tetap tidak diterima oleh penerbit besar seperti Gramedia.
Masalahnya bukan selalu di kualitas tulisan.
Masalahnya sering kali ada pada cara penulis memahami dunia penerbitan.