Tag: Never Eat Alone

  • Never Eat Alone”: Pelajaran tentang Koneksi yang Bisa Bikin Kamu Sukses, Nih!

    “Eh, udah makan siang belum? Gimana kalau kita makan bareng?”
    “Yuk, ayo, kebetulan lagi butuh ngobrolin bisnis nih.”

    Pernah nggak kamu denger kalimat-kalimat kayak gitu? Kalau kamu sering diajak makan bareng orang-orang yang punya tujuan atau misi tertentu—baik untuk karier atau hubungan sosial—mungkin kamu udah ngerasain pentingnya networking. Tapi, sebenarnya, apa sih manfaatnya kalau kita sering makan bareng orang-orang ini?

    Buku Never Eat Alone karya Keith Ferrazzi bakal jawab semua pertanyaan itu, sekaligus buka mata kamu tentang betapa berharganya koneksi yang kita bangun dalam hidup ini.

    Apa Sih, Sebenernya “Never Eat Alone”?

    Kalau dibahas dalam konteks sederhana, buku ini ngajarin kita buat nggak pernah makan sendirian, terutama kalau makan itu bisa jadi kesempatan buat ngobrol dan nambah relasi. Tapi lebih dari itu, buku ini nyarankan kita buat aktif membangun jaringan, nggak cuma untuk kepentingan pribadi, tapi juga untuk memberikan manfaat buat orang lain. Intinya, sukses bukan cuma soal usaha sendiri, tapi tentang seberapa banyak orang yang kita bantu, dan sebaliknya, seberapa banyak orang yang mau bantu kita.

    Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Buku Ini

    1. Networking itu bukan cuma tentang “jual diri”

    Banyak orang, terutama yang introvert atau baru mulai karier, berpikir kalau networking itu cuma soal nyari orang buat ngajak kerja sama atau cari peluang bisnis. Padahal, Ferrazzi bilang, networking itu lebih ke tentang membangun hubungan yang saling menguntungkan. Kalau kamu cuma fokus pada “minta”, nggak bakal jalan. Coba deh, bantu orang lain tanpa mikirin apa yang balik buat kamu. Bisa jadi, di kemudian hari, bantuan itu kembali ke kamu dengan cara yang tak terduga.

    2. Jangan takut untuk mulai duluan

    Dalam buku ini, Ferrazzi juga menceritakan banyak pengalaman dirinya yang nggak ragu untuk nyapa orang baru atau ngajak makan orang yang lebih senior. Kalau kita, misalnya, cuma nunggu orang lain dulu yang ngajak atau takut ditolak, ya kita nggak akan maju. Misalnya, kalau kamu mahasiswa, nggak ada salahnya deketin dosen atau alumni buat ngobrol dan tanya-tanya tentang peluang di dunia kerja. Siapa tahu, mereka bisa jadi mentor kamu!

    3. Jadikan Momen Makan itu Produktif

    Nah, poin ini bener-bener seru. Ferrazzi ngajarin kita bahwa makan bersama bisa jadi kesempatan untuk belajar, ngobrolin proyek, atau sekedar berbagi pengalaman. Di Indonesia, budaya makan bareng udah jadi hal yang lumrah, baik di kantor, keluarga, atau bahkan temen-temen kampus. Jadikan itu momen produktif, bukan cuma sekedar makan sambil ngegosip. Coba aja, kalau kamu lagi ngobrol tentang ide bisnis atau hal-hal baru yang bisa jadi peluang, pasti jauh lebih bermanfaat!

    4. Follow-up itu Kunci

    Jangan cuma berhenti di makan bareng atau ngobrol aja, lho. Salah satu hal penting yang diajarkan Ferrazzi adalah follow-up. Ini yang sering terlupakan. Misalnya, setelah makan atau ngobrol, kirim email atau pesan untuk terima kasih dan lanjutkan pembicaraan. Itu bakal ningkatin hubungan dan menunjukkan kalau kamu serius. Pernah nggak sih, setelah ketemu orang baru, kamu cuma diem aja tanpa ada tindak lanjut? Nah, itu bisa bikin hubungan yang kamu bangun jadi sia-sia.

    Studi Kasus: Networking ala Pengusaha Indonesia

    Kamu pasti tau deh, banyak pengusaha Indonesia yang sukses karena koneksi yang mereka bangun. Salah satunya, William Tanuwijaya, CEO Tokopedia. Ia sering menekankan betapa pentingnya memiliki relasi yang luas, terutama di dunia digital. Dalam beberapa wawancara, ia pernah bilang kalau kunci sukses Tokopedia adalah “menjalin relasi yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak”, mulai dari investor, pengguna, hingga partner bisnis.

    Coba pikir, kalau William nggak aktif mengembangkan jaringan dan menjaga hubungan baik dengan partner dan investor, mungkin Tokopedia nggak akan jadi seperti sekarang. Jadi, jangan anggap enteng koneksi yang kamu punya. Coba bangun hubungan yang baik, apalagi buat kamu yang sedang merintis bisnis atau karier.

    Best Practices: Apa yang Bisa Kamu Terapkan?

    1. Buat Daftar Kontak dan Prioritaskan Mereka Sering kali kita punya banyak orang di daftar kontak, tapi nggak tahu siapa yang bisa bantu kita di saat-saat tertentu. Mulailah dari daftar kontak yang relevan, dan kenali siapa yang bisa kamu bantu, dan siapa yang bisa bantu kamu. Kamu juga bisa menyusun agenda makan atau ngobrol dengan mereka, tanpa harus menunggu ada kesempatan besar dulu.
    2. Jadilah Pendengar yang Baik Kalau kamu cuma ngomong tentang dirimu sendiri terus, orang bakal bosan. Jadilah pendengar yang baik. Cobalah untuk memahami kebutuhan dan cerita orang lain, karena siapa tahu dari situ kamu bisa dapet insight atau peluang yang nggak terduga.
    3. Kolaborasi dalam Kegiatan Sosial Di Indonesia, banyak kegiatan sosial atau acara yang bisa jadi tempat buat ketemu orang baru. Misalnya, ikut acara komunitas, seminar, atau kegiatan amal. Ini bisa jadi kesempatan untuk mengenal orang-orang yang punya visi dan misi yang sama.

    Epilog

    Buku ini benar-benar ngajarin kita untuk lebih aware dengan kekuatan dari hubungan yang kita bangun. Jadi, buat kamu yang mau sukses di bidang apapun—baik itu sebagai pengusaha, karyawan, mahasiswa, atau masyarakat umum—mulailah membangun jaringan yang kuat dan saling mendukung.

    ***

    Subscribe sekarang yuk biar lo rutin dapetin tips seputar karier, bisnis, dan pengembangan diri dengan mengklik  bit.ly/LinkedInSuperCareer. Lo juga boleh share artikel ini jika lo ngerasa berguna bagi teman-teman lo. Untuk Insight lebih jauh, kunjungi agungwibowo.com.
    #Newsletter #CareerTips #CareerHack #PengembanganDiri #LevelUp #NaikKelas #BusinessGrowth #LinkedInInsight