Tag: Durung Wayahe

  • Durung Wayahe: Filosofi Jawa yang Mengajarkan Cara Berdamai dengan Waktu

    Ada satu “penyakit” yang tampaknya makin menular di zaman sekarang: semua orang ingin panen, tetapi tidak ada yang mau percaya pada musim.

    Begitu melihat teman membeli rumah mewah, kita merasa tertinggal. Begitu melihat rekan naik jabatan, kita merasa hidup tidak adil. Begitu melihat konten orang lain viral, kita mulai mempertanyakan kualitas diri sendiri.

    Lucunya, kita hidup di era yang membuat semua orang bisa melihat hasil akhir orang lain, tetapi hampir tidak pernah melihat proses panjang yang mereka lalui.

    Ibarat menonton film langsung dari adegan klimaks, kita lupa bahwa sebelumnya ada ratusan halaman naskah yang penuh kegagalan, air mata, latihan, dan kesabaran.

    Di tengah budaya serba instan itu, saya justru sering teringat pada satu ungkapan sederhana dari masyarakat Jawa,

    “Durung wayahe.”

    Artinya, belum waktunya.

    Kalimat ini sering diucapkan ketika seseorang belum mendapatkan pekerjaan,  menemukan pasangan hidup,  berhasil membangun usaha, atau  memperoleh rezeki yang diharapkan.

    Bagi sebagian orang, kalimat ini terdengar seperti penghiburan.

    Namun bagi saya, “durung wayahe” adalah sebuah filosofi hidup yang sangat dalam. Ia mengajarkan bahwa tidak semua keterlambatan adalah penolakan. Tidak semua penundaan adalah kegagalan. Tidak semua hasil yang belum datang berarti usaha kita sia-sia.

    (more…)