Stories

  • Di Saat Banyak Orang Sinis pada Politik, Pria Ini Justru Membangun ‘Sekolah untuk Politisi’

    “Kalau politik itu dianggap kotor, lalu kenapa orang-orang baik justru memilih menjauhinya?”

    Pertanyaan itu terus terngiang di kepala saya setelah beberapa waktu lalu bertemu dan berbincang cukup panjang dengan Bonggas Adhi Chandra.

    Jujur, awalnya saya mengira percakapan kami akan dipenuhi strategi pemenangan, teknik lobbying, atau pembahasan soal kekuasaan. Tetapi ternyata, yang paling terasa justru keresahannya terhadap kondisi politik Indonesia hari ini.

    Kita hidup di negeri yang hampir setiap hari mengeluhkan politik. Entah itu drama, saling menjatuhkan atau kekuasaan yang terasa semakin jauh dari rakyat. Namun ironisnya, banyak orang baik, orang cerdas, bahkan anak muda idealis justru memilih menjauh dari dunia politik karena merasa panggung itu terlalu “kotor” untuk dimasuki.

    Ibarat sebuah kapal besar bernama Indonesia, banyak orang sibuk mengkritik arah kapal ini dari kejauhan. Tetapi sedikit yang benar-benar mau naik ke ruang kemudi untuk mencoba memperbaikinya. Banyak yang lebih memilih menjadi penonton di pinggir lapangan yang sibuk menyoraki dan mengejek, tapi hanya sedikit yang mau jadi pemain lapangan yang bisa mengubah pertandingan.

    Nah, dari percakapan itulah, saya mulai memahami mengapa Bonggas Adhi Chandra memilih mendirikan Politician Academy.

    (more…)


  • Relevansi Personal Branding di Era AI

    Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana wajah-wajah politisi berubah menjadi “lebih manusiawi” di tahun politik?
    Ada yang tiba-tiba rajin berbagi kisah keluarga di media sosial, tampil sederhana di warung kopi, atau menulis refleksi panjang tentang arti pengabdian.
    Fenomena ini menunjukkan satu hal: personal branding bukan sekadar strategi kampanye, melainkan seni membangun kepercayaan di tengah banjir informasi.

    Kini, di era kecerdasan buatan (AI), seni itu menghadapi tantangan baru.
    Pertanyaannya bukan lagi apakah manusia bisa dikalahkan oleh mesin, melainkan apakah manusia masih bisa menjaga keasliannya di tengah algoritma yang semakin canggih.

    (more…)


  • Banyak Orang Sibuk Cari Uang, Padahal yang Hilang adalah Freedom

    Pernah gak sih kita mendengar kalimat, “Kalau mau sukses, ya harus kerja lebih keras.”?

    Dulu saya percaya penuh sama kalimat itu.

    Semakin sibuk, semakin bangga.
    Semakin penuh jadwal meeting, semakin merasa penting.
    Semakin capek, semakin merasa produktif.

    Sampai akhirnya saya sadar…

    Banyak orang bukan kekurangan kerja keras. Mereka hanya terlalu lama berlari di treadmill.

    Keringatan iya.
    Capek iya.
    Tapi sebenarnya tidak ke mana-mana.

    Dan itu yang saya pelajari ketika membaca buku The Entrepreneur’s Solution: The Modern Millionaire’s Path to More Profit, Fans & Freedom karya Mel Abraham.

    Buku ini seperti menampar pelan.

    Karena ternyata masalah terbesar banyak profesional, pebisnis, bahkan personal brand di LinkedIn bukan soal kurang pintar atau kurang rajin.

    Tapi…mereka membangun “kesibukan”, bukan membangun “kebebasan”.

    (more…)


  • Ghostwriter: Investasi atau Pemborosan? Ini Faktanya

    Pernah merasa seperti ini?

    Anda punya banyak ide.
    Pengalaman hidup yang “mahal”.
    Insight yang kalau dibagikan… bisa mengubah cara orang berpikir.

    Tapi setiap kali mau menulis:

    • Anda sibuk
    • Anda menunda
    • Atau… tidak tahu mulai dari mana

    Dan akhirnya?

    Ide itu tetap jadi ide.
    Tidak pernah menjadi buku.
    Tidak pernah menjadi legacy.

    Padahal…

    Di luar sana, orang-orang dengan pengalaman “biasa saja”
    sudah lebih dulu menulis—dan justru mendapatkan klien, panggung, dan peluang.

    Lalu muncul pertanyaan penting:

    Apakah saya perlu ghostwriter?

    (more…)


  • Buku Ini Mengubah Cara Saya Melihat “Inovasi”

    Pernah nggak, Anda merasa sudah bekerja keras, rapat panjang, brainstorming berkali-kali… tapi hasilnya tetap terasa “biasa saja”?

    Ide ada.
    Tim pintar ada.
    Teknologi ada.

    Tapi sesuatu terasa hilang.

    Saya rasa, hampir semua profesional pernah mengalami fase itu.

    Termasuk saya.

    Ada masa ketika saya berpikir inovasi itu soal:

    • menemukan ide paling cemerlang,
    • strategi paling kompleks,
    • atau teknologi paling mutakhir.

    Semakin rumit, semakin keren. Ternyata… tidak sesederhana itu.

     Jujur saja, salah satu buku yang cukup “menampar” cara berpikir saya adalah Change by Design karya Tim Brown.

    Buku ini tidak hanya bicara tentang desain.

    Ia bicara tentang:

    bagaimana manusia berpikir, memahami masalah, dan menciptakan solusi yang benar-benar bermakna.

    Dan menurut saya, di situlah banyak orang salah paham tentang inovasi.

    (more…)


  • Cara Memilih Ghostwriter Terbaik di Indonesia (Panduan Lengkap untuk Pebisnis, Profesional, dan Public Figure)

    Pernah merasa Anda punya cerita besar, pengalaman luar biasa atau insight yang bisa mengubah banyak orang…

    tapi setiap kali duduk di depan laptop—blank?

    Atau lebih parah… Anda sudah mulai menulis, tapi berhenti di halaman 3 atau naskahnya selesai… tapi terasa “biasa saja”.

    Padahal Anda tahu— buku itu bisa jadi legacy, personal branding, bahkan mesin lead klien bernilai tinggi.

    Di sinilah banyak orang mulai mencari ghostwriter.

    Tapi masalahnya… tidak semua ghostwriter diciptakan sama.

    (more…)