Naik motor ke Pondokbambu
Category: Blog
-
Tentang Keberkahan
Berhenti sejenak di RawamangunDuhai semua teman-temankuSelalu jaga sopan santunMinum kopi ditemani kuaciBersama anak dan istri tercintaSabar dan pengertian itu kunciDalam mengarungi bahtera rumah tanggaMakan timus, makan jadahSambil ngemil kerupuk yang renyahMenikah itu ibadahUntuk hidup yang lebih berkahJalan-jalan ke TanjungpandanLalu bertolak ke MedanPerbedaan bukan untuk diperdebatkanTapi untuk dirayakanBerenang di kali di sore hariPergi ke pasar esok harinyaJangan pernah iri hatiKarena itu musuh bahagia -
Tentang Kebangkitan
Mangga Indramayu manis rasanyaCocok disantap bersama keluargaApa yang membuatmu bahagia
Jalanilah dengan sepenuh jiwaBeras cianjur lezat rasanyaApalagi jika baru dipanen dari ladangnyaKesenangan bersifat sementaraKetentraman ada karena hidup untuk-NyaBerwisata ke PrabumulihMenginap semalam di BaturajaDalam hidup kita memilih dan dipilihMewarnai perjalanan takdir kitaBermain api terbakar, bermain air basahBermain tanah di kolam tetanggaApa guna berkeluh kesahLebih baik bersyukur sepanjang masaPergi ke Balikpapan demi bekantanTitik awal mengelilingi KalimantanHidup adalah perjuanganUntuk menjalankan misi TuhanMega Kuningan di JakartaItu Kawasan AntarbangsaAyo bangunkan jiwamu wahai pemudaDemi masa depan kita -
Jalani Saja, Jangan Kebanyakan Mikir!
Belum lama ini saya pindah rumah dari Jakarta ke Depok. Sebagai bagian dari mengenali lingkungan sekitar, saya berinisiatif untuk mengisi akhir pekan dengan jalan-jalan.
Sabtu pagi itu saya meninggalkan rumah sekira pukul 09.30 WIB. Meski cuacanya sedang mendung, namun jalan yang saya lewati benar-benar dilanda macet yang luar biasa. Pasalnya, itu merupakan jalan utama di kota kecamatan yang saya tinggali.
Di tengah kegalauan yang sedang mendera, emosi saya tentu tidak stabil. Kemacetan seakan-akan menjadi “pelengkap” dari suasana hati yang naik-turun.
Sebenarnya kemacetan bukan hal yang baru bagi saya. Namun, selama satu dekade saya lebih banyak menikmati kemacetan bukan sebagai pengemudi, melainkan sebagai penumpang. Jadi, kemacetan di sabtu pagi itu benar-benar sesuatu yang baru.
Beruntung, waktu itu ada suara “abang-abang” yang memberi motivasi melalui alat pengeras suara. Saya kurang tahu persis di mana ia berada. Namun yang pasti, sepertinya ia duduk di pinggiran jalan.
Laki-laki yang suaranya sekeras penjual jamu tersebut mengeluarkan kata-kata sakti yang membuat saya laksana ditampar.
Bapak, ibu. Hati-hati di jalan ya. Mohon kesabarannya melewati kemacetan ini.
Hidup ini sangat singkat. Jadi, jangan banyak berpikir. Jalani saja.
Toh, kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput.
Semua telah digariskan-Nya.
Sejatinya pesan pria yang tak saya kenal itu sederhana saja. Namun, entah kenapa makna yang terkandung begitu mendalam. Saya seperti diingatkan untuk ‘eling’, untuk lebih ikhlas menjalani hidup. Tak lupa, untuk terus berikhtiar dan bertawakkal. Untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Makin mampu menebarkan manfaat dan menolong orang-orang yang membutuhkannya.
Depok, 26 Januari 2019
-
Tentang Kesementaraan
Dari Blok M ke Kota Tua
Singgah sejenak di HarmoniBukankah bahagia dambaan AndaSelaras ucapan, tindakan dan hatiMemandikan anak tersayangMenemani belanja istriJanganlah membuang-buang waktu sayangYang berlalu tak pernah kembaliMenanam sayur di KarangpandanUntuk dijual di KaranganyarMarilah kawan eratkan persahabatanAgar pergaulan makin lebarWonogiri elok alamnyaKlaten itu diantara Solo dan YogyakartaApa guna menumpuk berlian permataJika abai sembahyang dan menolong sesamaPagi hari segar udaranyaMalam hari untuk melepas lelahMelakukan kebaikan jangan ditunda-tundaKarena keburukan membawa banyak celahKematian tak terhindarkanKarena di dunia hanya sementaraJangan lupakan perintah Tuhan.Demi kebahagiaan selama-lamanya. -
Tentang Tawa
Mandi di sungai bersama teman sebaya
Sambil memancing ikan di muaraHati siapa tidak bahagiaIngat Tuhan sepanjang masaMampir belanja ke BoyolaliMenginap semalam di YogyakartaSelalu ingat filosofi padiSemakin berilmu, semakin bijaksanaTangis tawa, duka citaDatang dan pergi begitu sajaItulah arti hidup di duniaSemua hanya sementaraMenyapa pemirsa di layar kacaBerbicara dari hati ke hatiJika Anda memiliki asa dan citaUpayakan sebaik mungkin hingga datangnya matiOlahraga di pagi hariDitemani istri tercintaJangan pernah ingar janjiDemi harmoni yang terjaga -
Tentang Upaya
Mangga Gadung harum aromanya
Telaga Sarangan sejuk hawanyaBila Anda ingin sejahteraJangan malas berdoa dan berupayaTanjungpinang indah sekaliBegitu pun Kawasan LagoiSiapa saja harus sungguh-sungguh mengejar mimpiBerupaya sebaik mungkin dengan hatiBarang siapa menimba ilmuHarus memperbanyak tirakat tanpa jemuBarang siapa ingin menjadi pribadi yang majuBersusah-payah dulu itu perluDuren Medan begitu menggodaLabuan Bajo menawan hatiApa guna menumpuk hartaBila sembahyang tak terkendaliNasi Pecel kesukaan sayaApalagi dibungkus daun jatiBahagia itu mudah syaratnyaMengendalikan diri dari hatiAyo kawan rajin bekerjaMengabdi kepada Tuhan, melayani sesamaJika Anda bosan berkaryaIngat lagi tujuan hidup di dunia