“Mas, jujur aja ya…
sekarang tuh branding kayaknya isinya bohong semua.”
Saya terdiam sebentar.
“Maksudnya?”
“Semua orang kelihatan hebat.
Semua sukses.
Semua ‘expert’.
Tapi kok rasanya hampa ya?”
Kalimat itu tidak sinis.
Lebih tepatnya lelah.
Dan percakapan seperti ini bukan sekali dua kali saya dengar—terutama di LinkedIn, ruang yang seharusnya profesional, tapi sering terasa seperti etalase citra.
Di titik itulah saya kembali teringat satu buku lama, provokatif, dan sering disalahpahami:
All Marketers Are Liars: The Power of Telling Authentic Stories in a Low-Trust World karya Seth Godin.
Judulnya memang keras.
Tapi isinya justru sangat jujur—dan relevan di dunia personal branding hari ini.