Ada sebuah ironi yang butuh waktu bertahun-tahun untuk saya pahami: semakin keras seseorang berusaha untuk tidak tersesat, semakin besar kemungkinan dia tersesat jauh lebih dalam.
Saya kenal — dan mungkin Anda juga kenal — orang-orang seperti ini. Mereka lulus dari kampus bagus, ambil pekerjaan yang bikin orang tua bangga, naik jabatan tepat waktu, dan di atas kertas, hidup mereka adalah contoh sempurna dari “jalan yang benar”.
Tapi kalau Anda duduk berdua saja dengan mereka, tanpa linkedIn, tanpa slide pencapaian, ada satu pertanyaan sederhana yang bisa membuat mereka diam lama sekali: “Kalau bukan karena ini, sebenarnya kamu mau jadi apa?”
Paradoksnya begini: orang yang paling patuh mengikuti peta yang dibuat orang lain, justru paling sering tidak tahu di mana sebenarnya dia berada.