Beberapa tahun lalu, gue sempat masuk fase di mana setiap kali mau nulis, tangan gue berhenti setengah jalan. Gue tahu apa yang mau gue sampaikan, tapi tetap aja rasanya ada yang salah. Kayak tulisan gue “benar,” tapi nggak “hidup.” Terstruktur? Iya. Informasinya lengkap? Iya. Tapi kosong. Nggak ada denyutnya.
Tag: Wired for Story
-
Kenapa Otak Kita Didesain Buat Nangkep Narasi, Bukan Fakta Kaku
Gue pernah ada di fase hidup yang rasanya datar-datar aja. Punya pekerjaan oke, circle pertemanan juga asik, tapi entah kenapa kayak kosong. Tiap hari kerja, makan, nongkrong, tidur—ulang lagi. Gue tanya ke diri sendiri: “Ini doang? Masa hidup cuma checklist kegiatan tanpa makna?”