Saya pernah berada di fase hidup ketika semua terlihat baik-baik saja… tapi rasanya kosong.
Karier jalan.
Relasi sosial ada.
Aktivitas padat.
Tapi setiap malam muncul pertanyaan yang sama:
“Kenapa ya tetap terasa ketinggalan?”
Bukan tertinggal dari orang lain.
Tertinggal dari versi diri sendiri yang seharusnya.
Dan semakin kita dewasa, semakin sulit mengakuinya.
Karena orang dewasa dituntut terlihat tahu arah — meski sebenarnya sedang mencari.
Ada satu mitos besar yang diam-diam merusak banyak orang ambisius:
Masa muda adalah masa menemukan jawaban.
Padahal setelah membaca Time of Your Life — Bagimu, Masa Muda Hanya Sekali karya Rando Kim, saya justru sadar:
Masa muda bukan untuk menemukan jawaban.
Masa muda adalah periode belajar bertanya dengan benar.
Kita diajarkan:
Cari passion.
Tetapkan tujuan hidup.
Bangun karier mapan secepatnya.
Akibatnya banyak orang usia 25-35 mengalami krisis diam-diam:
bukan karena gagal… tapi karena terlalu cepat ingin pasti.