Suatu hari saya menyadari sesuatu yang agak “menampar”.
Bukan karena bisnis saya tidak punya produk bagus.
Bukan karena layanan saya kurang berkualitas.
Bukan juga karena pasar tidak ada.
Tapi karena… orang tidak benar-benar paham apa yang saya tawarkan.
Dan lebih jujurnya lagi:
saya terlalu sibuk menjelaskan apa yang ingin saya katakan,
daripada menjawab apa yang sebenarnya ingin mereka tanyakan.
Di situlah saya mulai memahami kenapa banyak konten terlihat “aktif”, tapi tidak benar-benar “menggerakkan”.
Lalu saya menemukan sebuah prinsip sederhana, tapi radikal:
Prinsip inilah yang menjadi inti buku They Ask You Answer.