Di dunia yang terobsesi terlihat “laku”, ada satu ironi yang jarang kita sadari:
orang yang paling kuat posisinya justru berani terlihat sedang mencari.
Ketika banyak profesional mati-matian menyembunyikan status job seeker—takut dianggap gagal, takut dinilai kurang laku—seorang figur publik dengan jutaan pengikut lintas platform justru melakukan hal sebaliknya.
Prilly Latuconsina membuat akun LinkedIn.
Bukan sekadar hadir.
Ia menyematkan frame “Open to Work.”
Responsnya?
Bukan cibiran.
Bukan pertanyaan sinis.
Justru banjir pujian, respek, dan apresiasi.
Ini menarik. Bahkan mengganggu asumsi lama kita tentang reputasi, karier, dan personal branding.