Pernah merasa begini?
Kita sudah berusaha keras.
Sudah konsisten.
Sudah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan harga diri.
Tapi hasilnya seperti jalan di tempat.
Lalu muncul dua suara yang saling bertabrakan di kepala:
-
“Jangan menyerah, dikit lagi kok.”
-
“Ngapain sih dilanjutin? Kayaknya bukan jalan gue.”
Kalau kamu pernah berada di titik itu, tulisan ini bukan untuk menggurui.
Ini untuk menemani.
Karena saya juga pernah—dan masih sering—berada di sana.
Dan di satu fase hidup, sebuah buku tipis justru memberi saya tamparan paling jujur: The Dip: A Little Book That Teaches You When to Quit (and When to Stick) karya Seth Godin.