Ada satu pertanyaan yang belakangan sering muncul—bukan dari mereka yang kekurangan, tapi justru dari orang-orang yang tampak “sudah sampai”.
Mereka punya:
-
karier yang stabil,
-
jabatan yang jelas,
-
bisnis yang berjalan,
-
dan pengakuan sosial yang cukup.
Namun di balik itu, ada kalimat yang sering terdengar lirih:
“Seharusnya hidup tidak sesempit ini.”
Bukan lelah secara fisik.
Lebih ke lelah secara makna.
Saya menemukan resonansinya ketika membaca The Art of Possibility. Buku ini tidak menawarkan trik cepat, bukan pula resep sukses. Ia menawarkan sesuatu yang lebih radikal—cara baru memandang realitas.