“Training itu buang-buang waktu.”
Kalimat ini terdengar sinis, tapi jujur saja—saya pernah mempercayainya.
Saya sudah terlalu sering melihat pelatihan yang meriah di awal, penuh slide dan jargon, lalu menguap begitu saja saat kembali ke meja kerja. Pesertanya antusias, fotonya bagus, sertifikatnya rapi. Tapi perilaku? Kinerja? Hidup? Tidak banyak berubah.
Sampai saya membaca The Art and Science of Training karya Elaine Biech. Buku ini menampar saya dengan satu kesadaran sederhana: pelatihan gagal bukan karena ilmunya, tapi karena kita salah memperlakukan proses belajar.