Ironisnya, semakin banyak orang mencoba terlihat “serba bisa”, justru semakin sulit mereka diingat.
Kita hidup di era di mana semua orang ingin terlihat relevan di banyak hal sekaligus:
ingin terlihat kompeten,
ingin terlihat kreatif,
ingin terlihat strategis,
ingin terlihat inspiratif,
ingin terlihat expert.
Akhirnya profil LinkedIn dipenuhi banyak kata:
leader, strategist, coach, consultant, creator, speaker, mentor, advisor, trainer…
Lengkap.
Mengesankan.
Tapi justru… tidak jelas.
Buku The 22 Immutable Laws of Branding karya Al Ries dan Laura Ries memberi perspektif sederhana tapi powerful:
Brand kuat bukan dibangun dari banyak pesan. Brand kuat dibangun dari satu asosiasi yang konsisten.
Ketika mendengar sebuah brand, kita langsung mengingat satu hal.
Volvo → safety
Google → search
Nike → performance
Apple → simplicity
Brand yang kuat tidak berusaha menjadi segalanya. Mereka berusaha menjadi jelas.