Pernah ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul di awal percakapan dengan calon klien,
“Mas, kalau pakai ghostwriter, harganya berapa sih?”
Kelihatannya sederhana. Bahkan terdengar seperti pertanyaan teknis biasa.
Tapi di balik itu, sebenarnya ada sesuatu yang lebih dalam.
Bukan sekadar soal harga.
Melainkan tentang bagaimana seseorang menilai nilai dari sebuah narasi.
Karena menariknya, banyak orang rela mengeluarkan ratusan juta untuk renovasi rumah, membeli mobil, atau investasi lain. Tapi ketika bicara tentang menulis buku—yang bisa membentuk reputasi, positioning, bahkan membuka peluang jangka panjang—pertanyaan pertama selalu kembali ke: “berapa harganya?”
Di sinilah kita perlu mulai dari satu hal penting.