“Saya kira cicilannya masih aman.”
Kalimat itu terdengar sederhana. Rasional. Bahkan umum.
Awalnya hanya satu cicilan.
Masih terasa ringan. Masih dalam batas kemampuan.
Lalu muncul cicilan kedua.
Kemudian paylater ketiga.
Kartu kredit mulai ikut terpakai.
Pinjaman online jadi “cadangan darurat”.
Awalnya terasa memudahkan.
Namun perlahan, ruang bernapas semakin sempit.
Pilihan hidup semakin terbatas.
Hubungan mulai tegang.
Tidur tidak lagi tenang.
Dan di titik tertentu, banyak orang baru menyadari:
yang terasa solusi di awal… ternyata menjadi beban di akhir.