Orang sukses bukan yang paling kompeten.
Itu kalimat yang dulu paling bikin saya defensif.
Sebagai konsultan, saya hidup dari kompetensi: framework, metodologi, analisis, struktur berpikir.
Logikanya sederhana: semakin pintar → semakin dihargai → semakin sukses.
Nyatanya tidak.
Saya pernah melihat dua profesional di industri yang sama.
Yang pertama — brilliant.
Presentasinya rapi, logikanya kuat, ilmunya dalam.
Yang kedua — biasa saja secara teknis.
Tapi yang kedua dikenal semua orang.
Dapat proyek lebih banyak.
Diminta bicara di mana-mana.
Klien percaya sebelum ia menjelaskan apa pun.
Di titik itu saya mulai sadar: ada sesuatu yang salah dengan definisi “unggul” yang selama ini saya pegang.