Mari kita mulai dengan sebuah pernyataan yang mungkin terdengar aneh.
LinkedIn bukan tempat mencari pekerjaan.
Ya, Anda tidak salah membaca.
Sebagian besar orang datang ke LinkedIn dengan satu tujuan: mencari kerja.
Mereka memperbarui profil, menambahkan foto formal, lalu mulai menekan tombol Easy Apply ke puluhan lowongan.
Setelah itu mereka menunggu.
Menunggu HRD menghubungi.
Menunggu recruiter melihat profil mereka.
Menunggu kesempatan datang.
Dan sering kali…
yang datang hanyalah keheningan.
Padahal ironisnya, di saat yang sama, ribuan orang lain justru mendapatkan:
-
tawaran pekerjaan
-
klien baru
-
investor
-
partner bisnis
-
proyek konsultasi
-
bahkan peluang kolaborasi internasional
Semuanya dari LinkedIn.
Lalu pertanyaannya sederhana:
Apa yang sebenarnya mereka lakukan berbeda?
Untuk memahami jawabannya, kita perlu membongkar dulu beberapa mitos besar tentang LinkedIn.