“Saya ini memang nggak berbakat.”
“Kayaknya saya memang nggak punya bakat bisnis.”
“Orang lain lebih pintar dari saya.”
“Saya terlambat mulai.”
“Saya nggak sekarismatik mereka.”
“Saya bukan tipe orang yang bisa sukses di LinkedIn.”
Pernah mendengar kalimat-kalimat seperti itu?
Atau jangan-jangan pernah mengucapkannya sendiri?
Menariknya, beberapa tahun lalu saya menyadari sesuatu.
Banyak orang yang sebenarnya cerdas, kompeten, dan pekerja keras justru sering kalah oleh orang yang kemampuannya biasa-biasa saja.
Bukan karena mereka kurang pintar.
Bukan karena mereka kurang pengalaman.
Bukan pula karena mereka tidak memiliki peluang.
Tetapi karena mereka terus menerus menceritakan kisah yang salah kepada diri mereka sendiri.
Dan ketika saya membaca buku The Power of Story karya Jim Loehr, saya seperti mendapatkan penjelasan ilmiah atas fenomena itu.
Buku ini mengajarkan satu hal yang sangat sederhana tetapi sekaligus mengguncang:
Dan sering kali, cerita itulah yang menentukan masa depan kita.