Banyak orang berpikir LinkedIn adalah soal membuat konten setiap hari. Padahal, konten hanyalah puncak gunung es dari sebuah sistem yang jauh lebih besar.
Bayangkan kamu sedang membangun sebuah gedung pencakar langit. Apakah arsitek akan mulai dari lantai paling atas?
Tentu tidak. Mereka akan menghabiskan waktu berbulan-bulan membangun pondasi yang bahkan tidak terlihat oleh siapa pun.
Ironisnya, justru bagian yang tidak terlihat itulah yang menentukan seberapa tinggi gedung itu bisa berdiri.
LinkedIn pun bekerja dengan prinsip yang sama.
Banyak orang ingin langsung dikenal, ingin viral, ingin menjadi thought leader, ingin mendapatkan ribuan followers, bahkan berharap setiap postingan mendatangkan klien.
Namun mereka lupa satu hal.
Itulah mengapa saya sangat menyukai konsep The LinkedIn Growth Pyramid.
Bukan karena desainnya menarik. Tetapi karena ia menjelaskan bahwa pertumbuhan di LinkedIn bukanlah sebuah kebetulan. Ia adalah hasil dari urutan yang benar.