Tag: Leadership and Self-Deception

  • Self-Deception: Musuh Terbesar Pemimpin yang Tidak Pernah Disadari

    Saya masih ingat malam itu dengan sangat jelas. Jam sepuluh malam, laptop masih menyala, dan saya mengetik pesan panjang ke salah satu anggota tim saya — nadanya sopan di permukaan, tapi kalau jujur, isinya penuh kekesalan yang saya bungkus rapi dengan kata-kata profesional.

    Dalam hati saya berkata, “Kenapa sih dia selalu lambat merespons? Kenapa saya harus terus-menerus mendorong dia untuk kerja lebih baik?”

    Saya merasa benar. Saya merasa sudah menjadi pemimpin yang sabar dan  sudah berusaha maksimal menghadapi orang yang “kurang inisiatif”. Saya bahkan sempat cerita ke teman dekat, mengeluh betapa capeknya menjadi atasan yang harus terus mendorong orang lain.

    Tapi ada satu hal kecil yang mengganjal. Saya tidak pernah benar-benar bertanya, “Jangan-jangan, masalahnya bukan di dia. Jangan-jangan, masalahnya ada di cara saya melihat dia?”

    Butuh waktu bertahun-tahun, dan satu buku tipis berjudul Leadership and Self-Deception dari The Arbinger Institute, untuk akhirnya membuat saya berhenti dan bertanya sejujur-jujurnya pada diri sendiri.

    (more…)