Pernah sadar nggak? Semakin banyak orang bikin konten setiap hari, justru semakin sedikit orang yang benar-benar dipercaya.
Ironis, ya?
Kita hidup di zaman ketika semua orang bisa terlihat pintar. Tinggal buka AI, ketik beberapa prompt, lalu lima menit kemudian lahirlah thread, carousel, newsletter, bahkan e-book.
Masalahnya… Di tengah banjir konten itu, kepercayaan justru menjadi barang paling langka.
Ibarat pasar malam.
Semua pedagang teriak paling kencang agar dagangannya dilihat. Lampunya sama-sama terang. Spanduknya sama-sama besar. Musiknya sama-sama keras.
Tapi ketika kita benar-benar mau membeli sesuatu yang mahal, kita justru mencari toko yang sudah lama berdiri, punya reputasi, dan dipercaya banyak orang.
Personal branding juga begitu.