Coba jujur sebentar.
Kita pernah melihat seseorang di LinkedIn yang kontennya sederhana, desainnya biasa, tidak cinematic, tidak pakai tim kreatif… tapi dia justru banjir klien.
Lalu kita melihat akun lain: feed rapi, visual mahal, copywriting “marketing banget”… tapi sunyi.
Dan tanpa sadar kita berpikir:
“Kayaknya dia punya privilege.”
“Pasti sudah punya koneksi duluan.”
“Mungkin hoki.”
Padahal diam-diam ada kemungkinan lain:
dia tidak bermain lebih besar dari kita — dia bermain lebih tepat dari kita.
Di situlah saya mulai memahami buku Guerilla Marketing karya Jay Conrad Levinson.